TVRINews, Jakarta
Digitalisasi layanan pertanahan terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi, dan layanan tanpa harus selalu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah).
Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi tersebut menyediakan sejumlah fitur untuk membantu masyarakat dalam mengakses kebutuhan layanan pertanahan secara digital.
Salah satu pengguna aplikasi Sentuh Tanahku, Rido Oktavianto (26), warga Jakarta Pusat, mengaku cukup sering memanfaatkan aplikasi tersebut ketika mengurus keperluan pertanahan.
"Saya sering pakai juga Sentuh Tanahku kalau lagi urus tanah," ujar Rido dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian ATR/BPN, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Rido, salah satu fitur yang paling sering digunakannya adalah Antrian Daring. Melalui fitur tersebut, ia dapat memperoleh nomor antrean sebelum datang ke Kantah sehingga kunjungan dapat dipersiapkan dengan lebih teratur.
Selain mengambil antrean, Rido juga memanfaatkan fitur Cari Berkas untuk memantau perkembangan permohonan pertanahan yang baru diajukan.
Dengan adanya fitur tersebut, ia tidak perlu datang langsung ke Kantah hanya untuk mengetahui status berkas yang sedang diproses.
"Kalau mau lihat perkembangan berkas juga bisa lewat aplikasi," katanya.
Kemudian, Rido juga menggunakan fitur Cari Bidang untuk mengetahui lokasi bidang tanah yang diperlukan dalam proses pengecekan.
"Kita kan kalau mau pengecekan harus tahu dulu bidang tanahnya di mana, jadi sering pakai fitur Cari Bidang," tuturnya.
Rido menilai keberadaan berbagai fitur dalam Sentuh Tanahku membuat sebagian kebutuhan masyarakat dalam mengurus pertanahan dapat dilakukan melalui sarana digital.
Meski demikian, ia berharap kendala teknis yang masih sesekali terjadi dapat terus diperbaiki agar penggunaan aplikasi semakin lancar.
"Sentuh Tanahku sudah bagus. Kadang ambil antrean error, cuma di situ sih, selebihnya bagus, kita bisa manfaatkan," ucapnya.










