TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebanyak 3.800 kilogram atau 3,8 ton garam telah disemai melalui operasi modifikasi cuaca.
Penyemaian garam dilakukan di tiga provinsi, yakni Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Operasi tersebut dilakukan setelah BNPB mendapatkan informasi dari BMKG mengenai keberadaan bibit-bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

"Untuk ketiga provinsi ini kami mendapati adanya bibit-bibit awan di atmosfer, sehingga kami menyampaikan menyebarkan di daerah ini," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu, 30 Agustus 2026.
Sementara itu, di provinsi lainnya, BNPB belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan bibit awan yang mendukung pelaksanaan OMC.
BNPB menyatakan akan segera melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah lain apabila BMKG mendeteksi adanya bibit awan yang berpotensi menghasilkan curah hujan.
"Ke depan ketika kami sudah mendapatkan informasi adanya titik awan, bibit-bibit awan, tentu sesegera mungkin seberapa potensipun curah hujan yang ditimbulkan oleh ini akan kami kedepankan," ucapnya.
Di Riau, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca selama sekitar empat jam 21 menit dalam dua sortie, dengan menyebarkan 2.000 kilogram garam.
Operasi tersebut meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah, meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, serta sebagian Indragiri Hilir.
Berton menyebut hujan ringan kemudian lebih banyak terjadi di sejumlah wilayah Riau. Sementara di Jambi, OMC dilakukan selama sekitar dua jam 20 menit dalam satu sortie. Operasi tersebut juga meningkatkan potensi hujan, dengan hujan ringan terjadi di wilayah Singkut dan Muaro Jambi.
BNPB terus mengoptimalkan operasi udara sebagai bagian dari penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Selain OMC, operasi udara juga dilakukan melalui patroli dan water bombing.
Saat ini, BNPB mencatat terdapat 53 armada yang digunakan dalam operasi udara. Sebanyak 13 armada digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sedangkan 34 armada dikerahkan untuk water bombing.
BNPB sebelumnya juga telah menjatuhkan sekitar 3,2 juta liter air melalui operasi water bombing di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.










