TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar tersebut diungkapkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan melalui akun instagramnya @dirgayuza, Rabu, 21 Juli 2026.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza, Rabu, 22 Juli 2026.
Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, Nanik dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, mulai dari mengungkap kasus Wilfrida Soik hingga menggagas program becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan Nanik dipercaya memimpin BGN.
Selama sekitar satu setengah bulan menjabat, kata Dirgayuza, Nanik telah melakukan berbagai langkah pembenahan di internal lembaga, antara lain mengevaluasi hampir 28 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3 ribu dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang telah jenuh, serta mengidentifikasi 414 SPPG bermasalah yang disebut berdampak pada penyelamatan ratusan miliar rupiah ke kas negara.
Selain itu, Nanik juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Menurut Dirgayuza, Nanik memandang Program MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa sekaligus penggerak ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, dan pelaku UMKM.










