TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto melantik sebanyak 1.177 Calon Perwira Remaja (Capaja) menjadi perwira pertama TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo juga mengambil sumpah jabatan para lulusan Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang resmi menyandang pangkat letnan dua (Letda) untuk TNI dan inspektur polisi dua (Ipda) untuk Polri.
Jumlah perwira yang dilantik terdiri atas 512 lulusan Akmil, 229 lulusan AAL, 154 lulusan AAU, dan 282 lulusan Akpol. Kepala Negara juga menganugerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada taruna dan taruni terbaik dari masing-masing akademi.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat memberi amanat kepada 1.177 calon perwira TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, 22 Juli 2026. (Foto: Youtube Setpres))
"Di hari yang berbahagia ini, atas nama pribadi, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang resmi diangkat menjadi perwira TNI dan Polri di tahun 2026," kata Presiden Prabowo, Rabu, 22 Juli 2026.
Kemudian, Presiden Prabowo mengingatkan pangkat yang diterima para perwira muda merupakan amanah dan kepercayaan rakyat Indonesia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Hari ini bukan sekadar upacara. Hari ini bukan garis akhir. Hari ini adalah awal sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara. Saudara-saudara telah bersumpah untuk, bila perlu, memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan sejak dilantik, para perwira bukan lagi hanya menjadi milik diri sendiri maupun keluarga, melainkan menjadi bagian dari bangsa dan negara.
"Mulai hari ini, saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara," ucap Presiden Prabowo.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan para taruna dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara selama masa pendidikan. Menurutnya, pengalaman tersebut mencerminkan makna pengabdian seorang perwira.
"Saya bangga karena saudara-saudara telah belajar satu hal yang paling penting: menjadi perwira berarti hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya," tutur Presiden Prabowo.
Tak lupa, Presiden kembali mengingatkan TNI dan Polri merupakan aparat yang lahir dari rakyat dan harus selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan saudara," katanya.
Presiden Prabowo juga meminta seluruh perwira baru memegang teguh sumpah jabatan, setia kepada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
"Pegang teguh sumpah yang telah saudara ucapkan. Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apa pun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa," tutur Presiden Prabowo.










