TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya peran diplomasi dan kerja sama internasional di tengah dinamika ketidakpastian global saat ini.
Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India beberapa waktu lalu menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sinergi global guna menghadapi dampak ketidakpastian yang memengaruhi kondisi dalam negeri.
“Pada saat kemarin di BRICS disampaikan bahwa menghadapi ketidakpastian ini, kita di berbagai multilateral grouping harus bisa memanfaatkan potensi dan kekuatan yang kita miliki masing-masing,” ucap Menlu Sugiono di Kompleks Parlemen MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
“Kemudian dikombinasikan menjadi satu kekuatan bersama dalam rangka menghadapi tantangan dan isu di seputar pangan dan lain-lain,” lanjutnya.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa saat ini situasi global sangat dinamis. Ketahanan pangan dan energi pun menjadi suatu keharusan bagi Indonesia.
Diplomasi lantas dilakukan sebagai bagian dari upaya merealisasikan ketahanan pangan dan energi demi melindungi segenap bangsa Indonesia dari dampak buruk ketidakpastian global.
“Banyak negara-negara membutuhkan pangan, menjadi semakin sulit, pertama karena bencana, kemudian yang kedua karena perang. Belum lagi kalau kita bicara fluktuasi harga bahan bakar karena perang. Semua negara mengalami kesulitan tersebut,” ungkap Menlu.
“Jadi sudah sangat benar dari awal Bapak Presiden merencanakan, memprogramkan bagaimana kita bisa memiliki ketahanan pangan dan ketahanan energi,” lanjutnya.
Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS di New Delhi, India menjadi penting karena dibutuhkan suatu komunikasi yang baik melalui pertemuan secara langsung.
Dengan begitu, tercipta suatu sinergi untuk menghadapi tantangan bersama akibat ketidakpastian global.
“Di mana letak pentingnya diplomasi, di mana letak pentingnya Kementerian Luar Negeri melakukan kerja sama, ya di sini. Semua membutuhkan komunikasi yang baik, membutuhkan pertemuan, pembicaraan, negosiasi sehingga terjadi satu sinergi,” ungkap Menlu.










