TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, memuji Nuanu Creative City dan menyebut kawasan tersebut sebagai representasi masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang menggabungkan seni, teknologi, budaya, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
"Kami melihat Nuanu Creative City bukan sekadar kawasan fisik, melainkan sebuah manifestasi nyata dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan yang mampu menggabungkan pengalaman immersive dengan komitmen terhadap sustainable living," ujar Irene Umar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Irene, kawasan seperti Nuanu membuktikan bahwa kemajuan teknologi digital dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan budaya lokal.
"Kawasan ini adalah bukti nyata bahwa teknologi digital dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan. Saya bangga melihat karya anak bangsa yang mampu bersaing di level dunia tanpa meninggalkan identitas lokal, dari multimedia hingga konservasi di Magic Garden, semuanya dibuat untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga bumi," ucapnya.

Sebagai informasi, Nuanu Creative City merupakan kawasan ekonomi kreatif seluas 44 hektare di Bali yang dibangun dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam. Kawasan ini menerapkan konsep keberlanjutan dengan hanya membangun 30 persen area dan mempertahankan 70 persen sisanya sebagai ruang hijau.
Selain itu, kawasan tersebut juga mengusung prinsip zero emission melalui penggunaan kendaraan listrik serta menjadi ruang kolaborasi global bagi seniman dan pelaku industri kreatif yang memanfaatkan material ramah lingkungan.
Irene menegaskan Kementerian Ekraf akan terus mendukung pengembangan kawasan kreatif berbasis inovasi dan pelestarian lingkungan di berbagai daerah di Indonesia. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat daya saing subsektor ekonomi kreatif nasional di tingkat global.










