TVRINews, Semarang
Khitan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi anak laki-laki Muslim. Namun, biaya layanan kesehatan yang terus meningkat membuat sebagian keluarga harus menunda pelaksanaannya. Program khitan gratis menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan sekaligus meringankan beban ekonomi.
Sebanyak 218 anak di Jawa Tengah mengikuti program Khitan Cerdas Generasi Emas Indonesia yang digelar dalam dua tahap. Kegiatan pertama berlangsung di Semarang pada Kamis, 2 Juli 2026, dengan 143 peserta, kemudian dilanjutkan di Salatiga Selatan pada Jumat, 3 Juli 2026, yang diikuti 75 anak.
Seluruh peserta mendapatkan layanan khitan menggunakan metode modern serta pendampingan hingga masa pemulihan. Pelaksanaan juga dipilih saat libur sekolah agar anak-anak dapat beristirahat tanpa mengganggu kegiatan belajar ketika tahun ajaran baru dimulai.
Program bantuan sosial tersebut diselenggarakan oleh PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial.
"Transformasi Pegadaian tidak hanya diwujudkan melalui inovasi bisnis, tetapi juga melalui tanggung jawab sosial. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat secara langsung melalui layanan kesehatan yang lebih baik," ujarnya.
Aries menjelaskan metode yang digunakan merupakan teknologi khitan modern sehingga proses tindakan medis lebih nyaman dengan masa pemulihan yang relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Peserta juga mendapatkan pendampingan hingga dinyatakan pulih.
Menurut dia, layanan dengan metode serupa di fasilitas kesehatan umumnya bernilai sekitar Rp4 juta. Melalui program ini, seluruh peserta memperoleh layanan tersebut secara gratis.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh para orang tua. Salah seorang wali peserta, Micky Tranjaya, mengatakan bantuan itu sangat meringankan biaya sekaligus memberikan rasa tenang karena menggunakan metode khitan modern.
"Program ini cukup membantu kami. Selain metodenya lebih modern, tentu juga menghemat biaya karena anak saya memang sudah waktunya dikhitan. Kebetulan pelaksanaannya pas saat libur sekolah, jadi anak bisa fokus beristirahat dan menjalani pemulihan tanpa mengganggu kegiatan belajar," katanya.
Micky berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak keluarga yang terbantu.
"Semoga program seperti ini semakin sering diadakan karena khitan merupakan kewajiban bagi kami sebagai umat Muslim. Dengan adanya bantuan seperti ini, masyarakat yang membutuhkan tentu akan sangat terbantu," ujarnya.
Program khitan gratis ini tidak hanya membantu keluarga menghemat biaya, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan modern sehingga anak-anak dapat menjalani khitan dengan lebih nyaman dan aman.










