TVRINews, Medan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta para walikota untuk menjadi pemimpin yang kreatif dan inovatif. Langkah ini dinilai krusial guna menghadirkan solusi konkret di tengah tantangan perkotaan yang dinilai semakin kompleks, mulai dari urbanisasi, kemacetan, hingga penanganan banjir.
Dalam penutupan Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan yang dihadiri 86 walikota dari 98 anggota APEKSI, AHY menyampaikan bahwa kepala daerah adalah pemimpin yang paling memahami kebutuhan rakyat karena berhadapan langsung dengan berbagai tantangan pembangunan setiap hari.

Menurut AHY, tantangan perkotaan saat ini semakin kompleks, mulai dari urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan hunian dan kawasan permukiman, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Karena itu, walikota dituntut menjadi pemimpin yang kreatif dan inovatif dalam menghadirkan solusi.
"Para walikota adalah pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat. They understand firsthand what the needs and expectations of the people are. Therefore, I often say that mayors are the best ambassadors for their respective regions," ujar AHY.
Ia menambahkan, keberhasilan menarik investasi tidak hanya ditentukan oleh promosi saja, melainkan juga oleh kemampuan daerah dalam menghadirkan kepastian, pelayanan publik yang baik, serta iklim pembangunan yang kondusif.
Dengan demikian, investasi yang masuk diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.










