TVRINews - Jakarta
Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membangun kesepahaman untuk mewujudkan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Provinsi Lampung sebagai perhelatan yang lebih inklusif, dengan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers dalam penyelenggaraannya.
Kesepahaman tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI di Jakarta, yang membahas tata kelola HPN, aspek historis, serta peluang kolaborasi antarlembaga pers.
Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menekankan pentingnya semangat inklusivitas agar HPN benar-benar menjadi ruang bersama bagi seluruh insan pers Indonesia. Pandangan serupa juga disampaikan sejumlah anggota Dewan Pers yang mendorong penyelenggaraan HPN 2027 lebih akomodatif terhadap seluruh organisasi konstituen.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan PWI menyambut baik perluasan partisipasi berbagai elemen pers dalam kepanitiaan maupun rangkaian kegiatan HPN.
“HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. PWI tidak pernah mengklaim HPN sebagai milik eksklusif PWI. Justru kami menyambut baik apabila seluruh konstituen Dewan Pers dapat terlibat secara aktif sehingga HPN benar-benar menjadi rumah bersama masyarakat pers Indonesia,” ujar Munir kutip Kamis, 3 September 2026.
Dalam pertemuan itu, PWI juga memaparkan pendapat hukum mengenai landasan sejarah dan kelembagaan Hari Pers Nasional. Menurut Munir, tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai HPN karena memiliki hubungan langsung dengan berdirinya PWI pada 9 Februari 1946 di Surakarta.
Ia menjelaskan, gagasan Hari Pers Nasional lahir melalui Kongres PWI di Padang pada 1978 dan kemudian ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.
PWI menilai sejarah tersebut menjadi bagian penting yang perlu dihormati, meskipun terbuka terhadap pembahasan pembaruan regulasi HPN sesuai perkembangan Undang-Undang Pers.
“PWI tidak menolak apabila regulasi HPN hendak diperbarui. Tetapi sepanjang belum ada ketentuan hukum baru yang sah, kontinuitas penyelenggaraan HPN harus terus dijaga sebagai momentum persatuan insan pers nasional,” katanya.
Sebagai tuan rumah HPN 2027, Provinsi Lampung diproyeksikan menjadi simbol kolaborasi seluruh ekosistem pers nasional. PWI menyatakan siap membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi organisasi konstituen Dewan Pers, perusahaan pers, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga komunitas pers dalam penyusunan agenda maupun pelaksanaan kegiatan.
Melalui semangat tersebut, HPN 2027 diharapkan tidak hanya mempertahankan nilai sejarah Hari Pers Nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerja sama seluruh insan pers Indonesia.









