TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjaga di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah juga memperkuat pasokan di sejumlah wilayah, termasuk Bali dan Jawa Timur, untuk mengantisipasi gangguan distribusi.
Hal itu disampaikan Bahlil seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Bahlil menjelaskan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran 105–106 dolar AS per barel. Sementara itu, rata-rata ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat sekitar 91–92 dolar AS per barel.

“Rata-rata dari Januari sampai dengan bulan Oktober sekarang ICP kita di angka 91 sampai dengan 92 dolar per barel,” ujar Bahlil, Senin, 19 Oktober 2026.
Terkait ketahanan pasokan BBM, Bahlil menyebut cadangan nasional Pertalite dengan RON 90 berada di kisaran 16–18 hari. Adapun cadangan jenis BBM lainnya, termasuk Pertamax RON 92, RON 95, RON 98, dan Solar, berada di atas 20 hari.
“Untuk di sektor BBM saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita rata-rata—minus Pertalite yang RON 90, RON 90 sekarang di angka 16–20 hari, kemudian selebihnya untuk bentuk BBM yang lain itu rata-rata di atas 20 hari,” ucap Bahlil.
Pemerintah juga mengambil langkah untuk memperkuat cadangan BBM di Bali.
Setelah berkoordinasi dengan Gubernur Bali, Direktur Utama Pertamina, dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, cadangan BBM di wilayah tersebut ditingkatkan menjadi 11–12 hari. Pemerintah menargetkan cadangan itu mencapai 15 hari dalam satu pekan berikutnya.
Bahlil menjelaskan gangguan distribusi sebelumnya terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut pasokan dari Jawa menuju Bali. Namun, persoalan tersebut kini berangsur teratasi melalui koordinasi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Pertamina.

“Problem-nya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai, tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Forkopimda dan Gubernur dan Kapolda dan TNI, dan sudah benar-benar Pertamina melakukan ini, itu dari sisi BBM,” tutur Bahlil.
Selain Bali, distribusi BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur juga dilaporkan mulai membaik. Bahlil mengatakan Pertamina telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kendala pasokan di wilayah tersebut.
“Beberapa tempat di Jawa Timur, karena memang tanggung jawab untuk menyuplai di bawah itu adalah Pertamina, sudah mendapat saya laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana,” kata Bahlil.
Di sektor mineral dan batu bara, Bahlil menyampaikan harga batu bara mulai meningkat. Harga batu bara dengan kalori 6.300 disebut telah mencapai 154 dolar AS per ton.
Pemerintah akan tetap menerapkan relaksasi produksi secara terbatas untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand), sekaligus mendorong peningkatan penerimaan devisa.
“Sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand, tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” kata Bahlil.
Sementara, di sektor hilirisasi, Bahlil menyebut pengembangan industri nikel berjalan baik. Salah satu perkembangan yang disampaikan adalah peresmian sejumlah pabrik di kawasan Weda Bay, Maluku Utara, oleh Presiden Prabowo.
Pemerintah juga bersiap meresmikan pabrik dalam ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara perusahaan asal China, CATL, dan badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia.
“Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking, itu adalah kerja sama antara CATL dan BUMN kita,” ujar Bahlil.










