
Gaji PNS Naik berapa persen di 2026? Tunggu Pidato Prabowo Besok di DPR!
Penulis: Lina Sim
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026 pada Jumat (15/8/2025) besok. Pidato nota keuangan dan RAPBN 2026 itu merupakan yang pertama kali disampaikan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden RI. Pidato nota keuangan dan RAPBN 2026 akan disampaikan Presiden mulai pukul 13.30 WIB. Pidato itu disampaikan pada sesi rapat paripurna DPR RI ke-1 tahun sidang 2025-2026.
Biasanya, seorang kepala negara akan menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang akan dilakukannya pada tahun depan. Misalnya, kebijakan terkait dengan gaji aparatur sipil negara, termasuk pegawai negeri sipil (PNS).
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto tak henti-hentinya mengungkapkan komitmennya untuk memberi kenaikan gaji bagi PNS, TNI, Polri, dan pensiunan, baik sebelum maupun setelah terpilih.
Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang telah disahkan Presiden Prabowo melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025, sebetulnya kenaikan gaji para PNS sudah disinggung.
Dalam Perpres tersebut, disebutkan bahwa peningkatan kesejahteraan merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional 7, yang konsep penerapannya melalui pemberian total reward berbasis kinerja.
"Pencapaian Prioritas Nasional 7 juga didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat: menaikkan gaji aparatur sipil negara (terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh), Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia, dan pejabat negara," dikutip dari Perpres 12/2025, Minggu (2/3/2025)
Prabowo menganggap ASN merupakan pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bertugas sebagai pelaksana kebijakan publik, penyelenggara pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Kisi-kisi Nota Keuangan APBN 2026
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan parlemen negara mengestimasikan pendapatan negara pada RAPBN 2026 dapat mencapai kisaran Rp.3.094-Rp.3.114 Triliun. Sementara itu, belanja negara diperkirakan mencapai di kisaran Rp. 3800-Rp.3.820 Triliun. Adapun defisit RAPBN 2026 dalam rentang 2,53% dari produk domestik bruto (PDB) yang setara Rp 706 Triliun.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Program prioritas Prabowo meliputi makanan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, perbaikan sekolah, dan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) jalan daerah (IJD). Kemudian, ada pula perbaikan infrastruktur, ketahanan pangan, dan belanja negara untuk penambahan luas lahan, irigasi, bendungan, dan program-program pemerintah lainnya.
Sri Mulyani juga mengatakan masyarakat kelompok menengah kebawah telah menikmati APBN mencapai Rp.1.333 Triliun selama tahun 2025.
Dan untuk anggaran tahun depan akan disampaikan Presiden Prabowo melalui pidato nota keuangan Besok, Jumat (15/8/2025)
Editor: Redaksi TVRINews
