TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa rangkaian kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan cerminan nyata dari implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia di tengah eskalasi tensi geopolitik global saat ini.
Sugiono menjelaskan bahwa perkembangan dan dinamika geopolitik global sekarang menuntut Indonesia untuk memainkan peran yang jauh lebih aktif di panggung internasional.
Oleh karena itu, Indonesia dinilai perlu menjalankan strategi diplomasi yang taktis guna melindungi kepentingan nasional sekaligus berkontribusi konkret dalam upaya perdamaian dunia.
(Foto: Menteri Luar Negeri, Sugiono)
"Terkait dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi saat ini, kita tidak bisa mengikuti jalur-jalur konvensional karena situasinya juga tidak biasa. Dan ini amat mengundang Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia secara proaktif," jelas Sugiono dalam keterangannya dikutip, Kamis 4 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan tersebut juga sangat sejalan dengan amanat konstitusi. Dalam kaitan ini, Indonesia perlu hadir secara konsisten dalam berbagai forum internasional dan pertemuan bilateral untuk memperkuat posisi serta pengaruhnya di kancah global.
Selain itu, langkah diplomatik ini juga mencerminkan sikap konsisten politik luar negeri Indonesia yang tidak berpihak kepada blok kekuatan atau negara tertentu.
Sebagai bentuk implementasinya, Indonesia perlu menjalin persahabatan serta kemitraan yang lebih erat dengan seluruh komunitas internasional, terutama di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
"Jadi implementasinya atau konsekuensinya dari ini adalah kita harus hadir di banyak tempat. Kita harus berkawan dengan semuanya," jelas Sugiono.
Namun demikian, langkah luar negeri tersebut dipastikan tetap dijalankan secara terukur. Sugiono mengatakan bahwa seluruh agenda kunjungan kenegaraan Kepala Negara telah direncanakan secara matang dan selalu didahului oleh prosedur diplomatik yang sesuai.
"Jadi Presiden menentukan, kita kasih saran mengenai substansi-substansi dan prioritas yang perlu dibahas," tuturnya.










