TVRINews, Salatiga
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti persoalan pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mencapai sekitar 1,6 juta orang. Ia menegaskan perlunya pembenahan sistem pendidikan secara sistematis agar lebih relevan dengan tantangan dan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang mengusung tema “Sinergi Implementasi Tridharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan” di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Muhaimin, persoalan pengangguran terdidik membutuhkan langkah pemberdayaan yang terarah, termasuk pembenahan pendidikan mulai dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi.
“Kita perlu melakukan pembenahan yang sistematis sehingga baik itu pendidikan di tingkat menengah maupun perguruan tinggi benar-benar relevan dengan tantangan dan perkembangan yang sedang kita hadapi di depan mata kita. 1,6 juta pengangguran SMK yang sedang kita terus upayakan dengan berbagai upaya dan cara kerja pemberdayaan terus kita lakukan. Tidak mudah,” terang Muhaimin, Kamis, 15 Oktober 2026.
Muhaimin, yang dikenal sebagai Cak Imin, mengatakan pemerintah berkomitmen menangani pengangguran terdidik melalui kebijakan anggaran dan strategi pendidikan yang tepat. Ia menyebut dukungan Presiden menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut.
“Hulunya politik anggaran, hilirnya strategi pendidikan. Hulunya kesadaran untuk menempatkan dan keberanian untuk memberikan anggaran khusus bagi langkah-langkah yang cepat menanggulangi masalah yang jelas-jelas di depan mata kita. Bahkan Presiden memberikan kepastian langkah tercepat menanggulangi pengangguran terdidik dengan formula yang tepat berapapun akan beliau berikan,” lanjut Cak Imin.
Ia menegaskan, pengalokasian anggaran secara khusus perlu disertai strategi yang efektif agar upaya penanggulangan pengangguran dapat memberikan hasil nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin mengajak Forum Rektor dan Majelis Rektor untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi pengangguran.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan berperan aktif melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Dengan kesadaran itu saya mengajak kepada Forum Rektor dan Majelis Rektor untuk bersama-sama mengatasi apa yang disebut tujuan memutus mata rantai kemiskinan yang pertama yaitu pendidikan. Pendidikan mulai dari menengah hingga pergeruhan tinggi adalah cara kita memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kelas ekonomi masyarakat kita. Pemberdayaan ini punya dua arah yang jelas,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret bagi persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.










