TVRINews, Nganjuk
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meyakini kehadiran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi penggerak baru dalam memperkuat tata kelola dan pengembangan desa wisata di Indonesia.
Hal itu disampaikan Ni Luh saat menghadiri peresmian operasional KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Menurutnya, koperasi desa memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan pariwisata berbasis masyarakat, terutama karena desa wisata dan koperasi sama-sama bertumpu pada partisipasi warga serta manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Selamat atas peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk. Inisiatif ini sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, membuka peluang usaha, dan mendukung tumbuhnya UMKM di daerah,” kata Ni Luh dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan sinergi antara koperasi desa dan desa wisata diyakini mampu memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat, pengembangan infrastruktur pendukung, pelestarian budaya dan lingkungan, penciptaan lapangan kerja, hingga promosi pariwisata berbasis komunitas.
Dari total 1.061 KDKMP yang diresmikan, sebanyak 30 koperasi tercatat memiliki irisan langsung dengan desa wisata dan telah tergabung dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata.
Menurut Ni Luh, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Salah satu contoh konkret kolaborasi itu terlihat di Desa Wisata Tamanmartani yang menjadi salah satu dari tiga percontohan nasional KDKMP.
Selain memiliki empat unit usaha utama, koperasi di desa tersebut juga aktif mendukung pengembangan usaha pariwisata dengan menjadi agregator pemasaran produk dan layanan anggota.
Koperasi juga menyediakan wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya langsung kepada wisatawan, sekaligus membuka akses permodalan bagi pelaku usaha pariwisata seperti pengelola homestay, pengrajin, dan pelaku usaha kecil lainnya.
“Pengembangan desa wisata yang ditopang dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ucap Ni Luh.
Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menyiapkan data potensi destinasi wisata, termasuk desa wisata dan kampung wisata, sebagai dasar pengembangan usaha koperasi yang sesuai dengan karakter lokal masing-masing daerah.
Kolaborasi itu juga mencakup pendampingan pengembangan produk wisata, penguatan sarana dan prasarana, hingga penguatan fondasi usaha koperasi agar tumbuh secara berkelanjutan.
“Semoga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih semakin maju, dan desa-desa wisata di dalamnya semakin berkembang serta memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutur Ni Luh.










