
Mendikdasmen: Iduladha Momentum Penyucian Jiwa dan Penguatan Akhlak
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengajak umat Islam untuk menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum untuk menyucikan jiwa dan memperkuat akhlak mulia.
“Iduladha adalah syariat dan risalah yang diturunkan oleh Allah sebagai bentuk penghambaan dan ketakwaan umat manusia. Karena itu, penting bagi kita untuk memaknai hari besar ini sebagai bentuk keikhlasan dan kepatuhan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa,”kata Mu’ti dalam keterangan yang diterima, Jumat, 6 Juni 2025.
Dalam khutbahnya, Mendikdasmen menguraikan tiga makna utama Iduladha, yang ia kutip dari karya Ahmad Zahro. Pertama, Iduladha menjadi sumber kebahagiaan dan tumbuhnya rasa kasih sayang antar sesama. Kedua, sebagai simbol penegakan keadilan. Dan ketiga, mendorong terwujudnya maslahat sejati bagi seluruh umat manusia.
“Perayaan ini tidak hanya ritual semata, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat hubungan dengan sesama,”jelas Mu’ti.
Ia juga menekankan bahwa penyembelihan hewan kurban bukan sekadar simbol, melainkan manifestasi nyata dari keimanan dan kepedulian sosial. Menurutnya, inti dari berkurban adalah untuk menyucikan jiwa dari sifat-sifat negatif seperti keegoisan, keserakahan, dan sekat sosial yang membatasi rasa kemanusiaan.
“Berkurban adalah bentuk nyata dari usaha membunuh sifat kebinatangan dalam diri manusia, membersihkan hati, dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat,”tutur Mu’ti.
Di akhir khutbah, Mendikdasmen mengajak seluruh jemaah untuk bersyukur dan menjadikan momentum Iduladha sebagai pondasi dalam memperkuat ketakwaan dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Semoga setiap ibadah kita di Iduladha ini menjadi dasar kuat untuk menjadikan kita insan yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.
Baca Juga:
| Jelang Lawan Jepang, Presiden Prabowo Tekankan Semangat Juang Timnas Indonesia |
Editor: Redaksi TVRINews
