
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui penandatanganan kontrak kerja sama asistensi teknis solusi Smart City. Agenda yang berlangsung di Kantor Otorita IKN ini bertujuan untuk memperkuat cetak biru kota cerdas yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif guna mempercepat transformasi Nusantara di mata global.
Proyek senilai 2,49 juta dolar AS ini didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA). Lembaga independen Pemerintah AS tersebut berkomitmen mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan investasi, yang dalam hal ini merefleksikan kepercayaan internasional terhadap visi IKN sebagai kota masa depan berkelanjutan.
Melalui asistensi teknis ini, akan dihasilkan berbagai dokumen strategis mulai dari arsitektur enterprise kota cerdas, paket pengadaan yang siap lelang, model finansial dan investasi, hingga peta jalan pengembangan kapasitas SDM. Seluruh komponen dirancang agar implementasi Smart City di IKN berjalan transparan serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Proyek ambisius ini melibatkan konsorsium pakar internasional dan lokal, termasuk Eficens Systems Inc, Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, Mirekel, hingga PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa aspek digital merupakan pilar utama dalam membangun fondasi ibu kota baru tersebut.
“Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar Basuki dalam keterangannya, Kamis, 26 Februari 2026.
Senada dengan hal tersebut, Project Director inisiatif ini yang juga Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika, Subhranshu Sekhar Das, melihat potensi besar IKN untuk berkembang melampaui konsep kota cerdas konvensional.
“Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik. Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujar Subhranshu.
Kerja sama ini juga langsung ditindaklanjuti dengan rapat proyek perdana yang dihadiri oleh Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan teknologi mutakhir, Otorita IKN berkomitmen memastikan Nusantara dirancang dengan sistem digital yang matang dan berorientasi pada masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
