TVRINews, Makassar
Pemulihan kawasan cagar budaya diarahkan untuk mengintegrasikan wisata sejarah, aktivitas edukasi, serta ekonomi lokal.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi memulai proyek strategis revitalisasi Benteng Somba Opu yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penandaan dimulainya proyek pelestarian ini diawali dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Langkah ini menjadi wujud komitmen nyata pemerintah dalam merawat struktur benteng bersejarah sekaligus memperkuat fungsinya sebagai ruang edukasi publik, pusat aktivitas kebudayaan, serta destinasi wisata sejarah berstandar tinggi.
Benteng Somba Opu merupakan salah satu peninggalan paling monumental di Sulawesi Selatan yang menyimpan jejak perjuangan dan perjalanan peradaban bangsa. Dibangun pada tahun 1525 atas prakarsa Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna, benteng ini pada masa lampau tumbuh menjadi pusat pemerintahan, pertahanan militer, serta jalur perdagangan maritim internasional Kerajaan Gowa.
Revitalisasi sebagai Investasi Jangka Panjang dan Ekonomi Budaya
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemugaran situs-situs cagar budaya tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai beban anggaran (cost center), melainkan harus diletakkan sebagai productive capital atau investasi jangka panjang bagi kemajuan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam peresmian proyek strategis revitalisasi Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa, Selasa, 27 Oktober 2026. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud])
“Revitalisasi ini merupakan investasi, bukan sekadar cost center. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Karena itu, aset budaya bersejarah seperti Benteng Somba Opu harus kita rawat dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Menbud Fadli dalam siaran pers yang diterima, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pemulihan Benteng Somba Opu diarahkan untuk mengembalikan bentuk serta fungsi asli kawasan dengan tetap mematuhi prinsip keaslian material dan kaidah arkeologis. Penataan kawasan ini diharapkan mampu mentransformasikan benteng menjadi kluster pariwisata unggulan yang memadukan wisata sejarah, edukasi, wisata budaya, hingga wisata kuliner khas lokal.
Rincian Teknis dan Tahapan Pemugaran 2026
Pekerjaan revitalisasi struktur Benteng Somba Opu dilaksanakan secara teknis oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, dengan fokus pemugaran pada dinding selatan benteng dan Bastion Maccini Sombala.
Berdasarkan kajian teknis komprehensif, total panjang keseluruhan segmen struktur yang dikaji mencapai 638,91 meter, di mana pemugaran tahap awal direncanakan menyasar empat segmen dengan panjang total 567,24 meter secara bertahap.
Target dan spesifikasi teknis pengerjaan sepanjang tahun 2026 meliputi:
1. Dinding Benteng: Ditargetkan mencapai panjang 101 meter, melibatkan sekitar 50 tenaga kerja dengan estimasi kebutuhan material 70.000 batu bata.
2. Bastion Maccini Sombala: Melibatkan 30 tenaga kerja dengan estimasi kebutuhan 40.000 batu bata.
3. Standar Material Autentik: Ukuran batu bata dirancang khusus menyerupai konstruksi asli benteng (panjang 24 cm, lebar 14 cm, dan tebal 4 cm) yang diproduksi secara tradisional oleh perajin lokal di Kabupaten Takalar.
Tahapan pekerjaan meliputi dokumentasi kondisi awal, pembersihan area, penggalian dasar, penguatan struktur, pemasangan batu kosong, pengisian pasir urug, pengecoran lantai kerja, hingga pemasangan bata pengikat pada sisi luar dinding.
Seluruh proses dikawal langsung oleh tim ahli yang terdiri dari arkeolog, konservator, tenaga pemugaran, dan teknisi profesional, dengan target penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan pada Desember 2026.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Ruang Hidup Masyarakat
Menbud Fadli turut menekankan pentingnya sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan kawasan ini.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (kanan) dalam peresmian proyek strategis revitalisasi Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa, Selasa, 27 Oktober 2026. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud])
Dengan penataan lingkungan yang terintegrasi, Benteng Somba Opu diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi monumen mati, melainkan ruang publik yang hidup (living monument) yang mengakomodasi berbagai event kreatif, mulai dari konser musik, jambore budaya, hingga mendongkrak perputaran ekonomi kerakyatan bagi masyarakat sekitar.
"Kita berharap kawasan ini tidak hanya terawat, tetapi juga dapat menjadi ruang kegiatan budaya, seperti konser musik hingga jambore budaya, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu, pelestarian warisan budaya dapat berjalan bersama dengan pemanfaatan yang berkelanjutan,” pungkas Fadli Zon.










