TVRINews – Jakarta
TVRI kenalkan teknologi 5G Broadcast, siaran langsung tanpa beban internet.
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) serta penyedia solusi teknologi global Rohde & Schwarz, secara resmi memulai uji coba teknologi 5G Broadcast di Jakarta.
Langkah strategis ini bertujuan memodernisasi ekosistem penyiaran nasional sekaligus memperkuat jangkauan layanan informasi publik di era digital.

LPP TVRI dan KOMDIGI luncurkan uji coba teknologi 5G Broadcast
Uji coba yang berlangsung sejak pekan lalu, ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mengintegrasikan standar penyiaran generasi berikutnya dengan infrastruktur komunikasi yang ada.
Direktur Utama LPP TVRI, Fiki C. Satari, menekankan bahwa adopsi teknologi mutakhir bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga relevansi media publik.

Direktur Utama LPP TVRI, Fiki C. Satari
"Transformasi teknologi merupakan investasi jangka panjang bagi TVRI agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang secara dinamis," ungkap Fiki dikutip Kamis 9 Juli 2026.
Pelengkap, Bukan Pengganti
Di tengah spekulasi mengenai masa depan televisi terestrial, otoritas terkait menegaskan bahwa 5G Broadcast hadir sebagai mitra strategis bagi sistem DVB-T2, bukan sebagai pengganti.
DVB-T2 akan tetap beroperasi sebagai tulang punggung penyiaran nasional karena efisiensinya dalam jangkauan luas. Sebaliknya, 5G Broadcast menawarkan keunggulan unik: kemampuan menyalurkan konten siaran langsung ke perangkat seluler tanpa membebani jaringan telekomunikasi seluler pengguna.
Direktur Layanan Ekosistem Digital KOMDIGI, Geryantika Kurnia, menyoroti efisiensi distribusi konten melalui teknologi ini. "Kami membangun paradigma baru di mana masyarakat dapat mengakses siaran secara langsung tanpa memerlukan koneksi internet maupun biaya kuota data," jelas Geryantika.
Karakteristik one-to-many dalam mekanisme broadcast memungkinkan transmisi data masif ke jutaan perangkat secara simultan. Fitur ini dipandang krusial, terutama sebagai sarana komunikasi darurat yang andal saat terjadi lonjakan trafik pada jaringan internet konvensional, seperti dalam situasi bencana alam.
Solusi untuk Wilayah Terpencil
Teknologi ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan akses informasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Direktur Teknik TVRI, Bernardus Satriyo Dharmanto, menyatakan bahwa infrastruktur transmisi digital TVRI yang luas saat ini telah memiliki kesiapan teknis yang memadai.

Direktur Teknik TVRI, Bernardus Satriyo Dharmanto
"Sebagian besar pemancar DVB-T2 kami sudah ready untuk 5G Broadcast. Kami hanya memerlukan penambahan perangkat Broadcast Service and Control Center (BSCC) dan Exciter untuk mengoperasikannya," ujar Bernardus.
Langkah Indonesia ini sejajar dengan tren global di negara-negara seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol, di mana 5G Broadcast telah diintegrasikan sebagai bagian dari layanan penyiaran publik.
Dengan kombinasi infrastruktur transmisi yang matang dan dukungan regulasi yang kuat, teknologi ini diproyeksikan menjadi pilar krusial bagi ketahanan informasi nasional di masa depan, mencakup layanan peringatan dini (Early Warning System), pendidikan, hingga distribusi konten pemerintahan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.










