TVRINews, Samarinda
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda mengimbau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 untuk terus menjaga kualitas dan keamanan produk yang dipasarkan.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM.
BBPOM Samarinda mengingatkan para pelaku UMKM agar memastikan setiap produk yang dijual memenuhi standar keamanan pangan selama pelaksanaan kegiatan nobar. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBPOM Samarinda, Haerdy Pratama Wijaya, mengatakan pelaku UMKM perlu memastikan produk yang dipasarkan tidak mengandung bahan berbahaya, masih layak dikonsumsi, serta telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Kepatuhan terhadap standar keamanan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen,” kata Herdy, dikutip Kamis, 9 Juli 2026.
Selain memberikan imbauan kepada pelaku usaha, BBPOM Samarinda juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Prinsip tersebut meliputi pemeriksaan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa guna memastikan produk yang dipilih aman untuk dikonsumsi.
BBPOM Samarinda berharap komitmen pelaku UMKM dalam menjaga kualitas dan keamanan produk dapat terus dipertahankan. Selain memberikan perlindungan bagi kesehatan masyarakat, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM lokal.









