TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN) untuk memperkuat pengembangan Sekolah Garuda Transformasi. Di mana, kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan unggul melalui pendampingan akademik maupun pembinaan karakter peserta didik.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan sejumlah perguruan tinggi telah menyatakan kesiapannya mendampingi pelaksanaan program di berbagai daerah. Beberapa di antaranya adalah Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), serta sejumlah kampus lainnya.
“Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan perguruan tinggi lainnya telah bersedia turun tangan mendampingi pengembangan Sekolah Garuda di berbagai daerah,” kata Brian di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lahir lulusan yang memiliki daya saing tinggi.
Brian menegaskan, keberhasilan yang dicapai Sekolah Garuda Transformasi harus memberikan manfaat bagi sekolah lain. Karena itu, ia meminta para guru dan kepala sekolah terbuka dalam berbagi pengalaman, metode pembelajaran, hingga praktik-praktik baik yang telah diterapkan.
“Kalau ada sekolah lain yang ingin belajar, silakan dibantu. Jangan sampai informasi atau praktik baik disimpan sendiri. Kita ingin semua sekolah berkembang bersama, meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Ia mengakui pembangunan pendidikan masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi infrastruktur dan sumber daya. Namun, menurutnya, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan.
Hingga 2026, Kemdiktisaintek telah menetapkan 42 Sekolah Garuda Transformasi di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 12 sekolah yang diresmikan pada 2025 dan tambahan 30 sekolah pada tahun ini. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 80 sekolah pada 2029.
Selain mentransformasi sekolah yang sudah ada, pemerintah juga membangun 20 SMA Unggul Garuda sebagai institusi baru. Empat sekolah pertama berlokasi di Belitung Timur, Bangka Belitung; Bulungan, Kalimantan Utara; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Keempat SMA Unggul Garuda itu dijadwalkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026 dengan total 301 siswa. Setiap sekolah akan diperkuat sekitar 50 tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga administrasi.









