TVRINews, Jakarta
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak perusahaan manufaktur nasional untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14—18 Oktober 2026 mendatang.
Menurut Budi, sektor manufaktur berperan strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, pencipta lapangan kerja, sekaligus kontributor utama ekspor Indonesia. Para pelaku usaha manufaktur dapat memanfaatkan TEI untuk memperluas akses pasar ekspor dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
“Kami menyelenggarakan Trade Expo untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar. Oleh, karena itu, kami sangat berharap Bapak dan Ibu dapat berpartisipasi pada TEI 2026 agar semakin banyak buyer yang datang dan semakin besar transaksi yang tercipta,” kata Budi, dikutip dari siaran persnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menyebut, TEI ke-41 akan semakin mendukung perdagangan Indonesia yang saat ini masih menunjukkan kinerja positif. Pada periode Januari–April 2026, Indonesia mencatat surplus perdagangan USD5,64 miliar. Di periode ini, ekspor Indonesia juga tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, surplus pada April 2026 memperpanjang tren surplus perdagangan menjadi 72 bulan berturut-turut.
“Hal ini menunjukkan, produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan diminati pasar internasional,” ujarnya.
Budi menjelaskan, Kemendag terus memperkuat layanan promosi perdagangan melalui TEI, termasuk program penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer dari berbagai negara. Peserta TEI tidak hanya memperoleh fasilitas pameran, tetapi juga mendapatkan pendampingan promosi produk melalui perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri.
Ia pun menjelaskan, peserta yang telah mendaftar TEI dapat mengikuti sesi presentasi (pitching) produk kepada perwadag RI di luar negeri. Selanjutnya, para peserta akan dibantu mencarikan buyer potensial sebelum pelaksanaan pameran. Dengan begitu, peluang transaksi tercipta lebih awal.
“Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching. Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan Trade Expo Indonesia,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, pada penyelenggaraan TEI tahun lalu, transaksi pada hari pertama mencapai sekitar USD 9,98 miliar yang didukung penandatanganan sekitar 131 kontrak dagang. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan efektivitas program business matching yang dijalankan Kemendag bersama jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Selain itu, program business matching bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan perkembangan signifikan. Nilai transaksi pada periode Januari–April 2026 nilainya telah mencapai USD 193 juta. Nilai ini jauh meningkat dibanding sepanjang 2025 yang mencapai USD 134,8 juta.
“Artinya, produk-produk Indonesia tetap menarik bagi buyer internasional. Oleh karena itu, kami optimistis TEI tahun ini akan menghasilkan transaksi yang lebih besar dan membuka pasar baru yang lebih luas,” pungkasnya.










