TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Baitut Tholibin, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. Mengusung tema "Hijrah untuk Indonesia Maju", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong, kolaborasi, dan kepedulian sosial dalam membangun bangsa.
Dalam tausiahnya, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin, menjelaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik melalui peningkatan kualitas ibadah, etos kerja, kepedulian sosial, serta semangat berkarya.
“Ibadah yang dijalankan dengan benar sejatinya melahirkan etos kerja, integritas, produktivitas, serta kepedulian sosial. Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat Islam menjadi pribadi yang mandiri, selalu bekerja keras, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,”ujar Prof. Din Syamsudin dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Prof. Din, hijrah merupakan langkah awal untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Kemajuan, kata dia, tidak hanya diukur dari perubahan zaman, tetapi juga dari perubahan pola pikir, karakter, serta budaya kerja yang lebih produktif.
Ia menambahkan, cita-cita Indonesia Maju dapat diwujudkan apabila setiap individu berani meninggalkan kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan perilaku yang lebih baik.
“Setiap individu maupun institusi harus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Arti kemajuan hanya dapat dicapai apabila setiap insan memiliki tekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan budaya yang lebih produktif,”jelasnya.
Selain tausiah, Kemendikdasmen juga menyerahkan beasiswa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemendikdasmen secara simbolis kepada siswa jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Pada kesempatan yang sama, peserta khitanan massal turut menerima bantuan berupa uang tunai, tas sekolah, dan perlengkapan alat tulis.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan semangat kolaborasi dalam kegiatan tersebut mencerminkan budaya gotong royong yang terus dibangun di lingkungan Kemendikdasmen.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang makna seorang muslim dan hijrah.
“Saya mengajak seluruh jajaran kementerian untuk senantiasa menjaga sikap, ucapan, dan perilaku dalam menjalankan tugas, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”ungkap Mendikdasmen Mu’ti.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta jajaran pegawai Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.










