TVRINews, Karawang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kembali sikap fundamental pemerintahannya yang menargetkan penghentian total kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas pangan guna mewujudkan kedaulatan nasional yang seutuhnya. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan peluncuran program Mandatory Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, sebagai salah satu langkah konkret pemanfaatan potensi energi domestik demi memutus ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Di hadapan para menteri kabinet dan elemen terkait, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa cetak biru swasembada ini bukan merupakan program instan, melainkan komitmen jangka panjang yang telah ia instruksikan kepada tim penasihatnya bahkan jauh sebelum resmi dilantik sebagai pemimpin tertinggi republik. Menurut Presiden, kemandirian di sektor pemenuhan pangan dan energi merupakan harga mati bagi harga diri serta kedaulatan sebuah bangsa besar, sehingga seluruh instrumen negara wajib memprioritaskan optimalisasi produksi di dalam negeri.

“Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan. Hari ini saya bangga hadir di sini. Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu. Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden, kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan: harus swasembada pangan, harus swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan,” ujar Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Kamis, 9 Juli 2026.
Lebih lanjut, Kepala Negara menguraikan bahwa visi swasembada ini telah menjadi fokus utamanya sejak lama, bahkan saat mengemban tugas di berbagai organisasi dan institusi pertahanan negara. Menurut Presiden, ketahanan energi dan pangan merupakan pilar fundamental yang menopang pertahanan sebuah bangsa.
“Dari sejak sebelum saya jadi Presiden, sejak saya Ketua Umum HKTI, apalagi sejak saya Menteri Pertahanan, fokus saya antara lain yang seolah-olah tidak langsung di bidang pertahanan, tapi elemen-elemen di bawah Menteri Pertahanan, terutama Universitas Pertahanan, pakar-pakar kita, insinyur-insinyur kita, perwira-perwira kita, kita fokus waktu itu untuk mencari dan mengebor air di tempat-tempat yang susah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terus bergerak aktif di lapangan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk dalam penyediaan akses air bersih di wilayah-wilayah sulit di seluruh pelosok tanah air.
“Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus mengebor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air, drill air yang kita drill, sudah 30.000 lubang, Saudara-saudara. Dan terus ada masalah, kita atasi,” pungkas Presiden Prabowo.
Peluncuran Mandatory Biodiesel B50 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hilirisasi komoditas kelapa sawit domestik. Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.










