TVRINews, Aceh Besar
Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 1 Aceh Besar mengikuti berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan. Sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera ini mengisi Ramadan dengan beragam aktivitas ibadah dan kebersamaan.
Sejak pukul 04.00 WIB, para siswa sudah berkumpul di ruang makan asrama untuk melaksanakan sahur bersama sebelum menjalani puasa. Suasana tersebut berbeda dari hari biasa ketika para siswa berkumpul untuk sarapan sebelum memulai kegiatan belajar.
“Ini yang paling kami tunggu saat Ramadan. Rasanya seperti punya keluarga besar,”ujar Nazar dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Maret 2026.
Selama Ramadan, kegiatan belajar di sekolah juga disesuaikan dengan nuansa ibadah. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, para siswa secara bergiliran menyampaikan kultum atau ceramah singkat di depan kelas.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga melatih kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum.
“Awalnya grogi, tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Ramadan membuat kami lebih berani,” kata Abdul, siswa yang baru pertama kali menyampaikan kultum pada pekan lalu.
Pada pukul 10.00 WIB, kegiatan belajar dihentikan sementara untuk melaksanakan salat Dhuha berjemaah di musala sekolah. Setelah itu, sebagian siswa melanjutkan kegiatan dengan tadarus Alquran, sementara lainnya beristirahat di asrama.
Menjelang waktu berbuka puasa, para siswa kembali berkumpul di ruang makan untuk berbuka bersama. Menu takjil yang disajikan setiap hari bervariasi, mulai dari kue tradisional Aceh hingga hidangan utama.
“Senang punya banyak teman, bisa buka dan sahur bareng-bareng. Kalau di rumah sendiri-sendiri jadi tidak pernah merasakan kebersamaan seperti ini. Di sini juga jadi sering mengaji, sehari bisa satu juz,”ungkap Hadi.
Setelah salat magrib, para siswa melanjutkan kegiatan dengan tadarus Alquran secara mandiri. Sebagian dari mereka menargetkan membaca satu juz setiap hari selama Ramadan.
Rangkaian kegiatan pada malam hari ditutup dengan pelaksanaan salat Tarawih berjemaah di musala sekolah setelah salat Isya. Usai beribadah, para siswa beristirahat di asrama untuk mempersiapkan diri bangun dini hari untuk sahur bersama.
Guru SRMA 1 Aceh Besar, Lena, mengatakan pihak sekolah sengaja menyusun jadwal khusus selama Ramadan agar proses pembelajaran tetap berjalan sekaligus memperkuat pembinaan spiritual para siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya menjalani puasa, tetapi juga mendapatkan pengalaman kebersamaan melalui kegiatan seperti buka bersama, tadarus, serta salat berjemaah,”ujar Lena.
Selama Ramadan, kehidupan di asrama sekolah tersebut menjadi lebih hidup dengan perpaduan kegiatan belajar, ibadah, dan kebersamaan. Rutinitas ini diharapkan tidak hanya membantu siswa menjalani puasa dengan lebih bermakna, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, keberanian, serta semangat kebersamaan di antara mereka.










