TVRINews, Jakarta
Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
Menurut Giwo, kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa. Lebih dari itu, kemerdekaan harus dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berkembang, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan.
Ia menilai perempuan Indonesia perlu memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan, mengembangkan potensi, membangun kemandirian ekonomi, menjalankan profesi, hingga terlibat dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
“Makna kemerdekaan bagi perempuan adalah mendapatkan hak sepenuhnya untuk berkembang, berdaya, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” kata Giwo dalam pesan memperingati HUT ke-81 RI yang diterima tvrinews, Senin, 17 Agustus 2026.
Giwo menekankan, perempuan tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Perempuan juga perlu mendapatkan ruang untuk menjadi pelaku sekaligus penggerak perubahan di berbagai bidang.
“Perempuan Indonesia harus memiliki kesempatan yang luas untuk menentukan masa depan, meningkatkan kapasitas, dan mengambil peran di berbagai bidang,”lanjutnya.
Ia berharap peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan yang inklusif. Menurutnya, perempuan tidak boleh tertinggal akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan, ekonomi, teknologi, maupun kesempatan untuk memimpin.
“Ketika perempuan berdaya dan mandiri, keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat semakin maju, dan Indonesia semakin tangguh,”ucapnya.
Saat ini, Giwo memimpin Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan perempuan di bidang bisnis dan profesi. Organisasi tersebut mendorong peningkatan kapasitas, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pengembangan jejaring perempuan di tingkat nasional dan internasional.
Kiprah Giwo dalam gerakan perempuan juga berlangsung di tingkat internasional. Ia pernah dipercaya menjadi Vice President International Council of Women (ICW), salah satu organisasi perempuan internasional tertua di dunia yang berdiri sejak 1888 dan memiliki jaringan di berbagai negara.
Giwo pertama kali terpilih sebagai salah satu Vice President ICW dalam Sidang Umum ke-35 ICW di Yogyakarta pada 2018. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi tersebut dalam Sidang Umum ke-36 ICW di Avignon, Prancis, pada 2022.
Di tingkat nasional, Giwo juga pernah memimpin Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di Kowani, ia melanjutkan kiprah pemberdayaan perempuan melalui BPW Indonesia.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Giwo berharap kemerdekaan semakin diwujudkan melalui kesempatan nyata bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, mengakses ekonomi, membangun usaha dan profesi, serta mengambil peran dalam ruang-ruang kepemimpinan.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Saya berharap perempuan Indonesia terus naik kelas, dari tingkat akar rumput hingga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,”tandasnya.










