TVRINews – Jakarta
Kado HUT ke-81 RI, riset IPO bedah rapor kinerja menteri yang paling memikat hati rakyat.
Lembaga riset Indonesia Political Opinion (IPO) secara resmi merilis temuan survei terbaru yang memotret dinamika persepsi publik terhadap kinerja serta popularitas para menteri dalam kabinet pemerintahan pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan laporan bertajuk Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional yang dirilis Senin 17 Agustus 2026, dinamika penilaian masyarakat menunjukkan variasi signifikan di tengah tantangan kebijakan sosial-politik nasional.
Dalam aspek kinerja terbaik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi puncak dengan perolehan sebesar 42,8 persen. Pencapaian ini menempatkannya di garda terdepan sebagai figur menteri yang dinilai paling efektif oleh publik dalam menjalankan mandat kepemimpinannya.
Posisi berikutnya diisi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengantongi tingkat kepuasan sebesar 33,5 persen. Disusul kemudian oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan 32 persen, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di angka 30,9 persen.
Deretan menteri lain turut melengkapi spektrum penilaian publik. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berada di kisaran 26,5 persen, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono pada level 25,3 persen, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meraih 21,4 persen, serta Menteri Luar Negeri Sugiono mencatatkan 20,8 persen.
Sementara itu, jajaran menteri lain seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar (11 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (10,5 persen), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (6,1 persen), hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (3 persen) melengkapi daftar evaluasi tersebut.
Kendati demikian, IPO mencatat adanya tantangan dalam hal diskursus publik. Dari keseluruhan total sampel, proporsi responden yang memberikan pandangan spesifik berada di angka 42,8 persen, sementara 57,2 persen sisanya menyatakan belum memiliki informasi atau belum dapat menentukan sikap terkait kinerja personal para menteri tersebut.
Popularitas dan Pengenalan Publik
Selain memetakan tingkat kepuasan kinerja, riset komprehensif ini juga menyoroti tingkat pengenalan publik (name recognition) terhadap para pembantu kepala negara. Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin daftar dengan tingkat pengenalan mencapai 43,5 persen di tengah masyarakat.
Tingkat keterkenalan figur publik kabinet berikutnya direpresentasikan oleh Teddy Indra Wijaya dengan 41 persen, Bahlil Lahadalia 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, serta Zulkifli Hasan 26,1 persen.
Di sisi lain, angka yang signifikan masih ditunjukkan oleh kelompok responden yang mengaku belum mengenali figur menteri yang disurvei, yakni mencapai 56,5 persen.
Metodologi dan Demografi Responden
Pelaksanaan riset opini publik ini menggunakan pendekatan metodologis multistage random sampling guna menjaga validitas serta akurasi representasi data.
Peneliti terlebih dahulu menetapkan Primary Sampling Unit berupa titik kelurahan dan desa sampel, yang kemudian diturunkan ke tingkat rukun tetangga melalui teknik acak berbasis random Kish grid paper.
Secara keseluruhan, jajak pendapat ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh wilayah nusantara, dengan tingkat kepercayaan riset berada pada level 95 persen serta margin kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 2,9 persen.
Parameter sampel dihitung merujuk pada formula statistik standar untuk memastikan proporsi demografi yang seimbang, mencakup aspek gender, kelompok usia, tingkat pendidikan, latar belakang keagamaan, hingga sebaran teritori geografis dari Pulau Jawa hingga wilayah Papua.










