TVRINews, Manggarai
Pemerintah bergerak cepat mempercepat penanganan tanggap darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jimpinan DPR RI di Posko Utama Kabupaten Manggarai.
Rakor secara hybrid tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati, serta jajaran kementerian/lembaga teknis mulai dari Kemenko PMK, Kemendagri, KemenPU, Kemensos, Kemenkes, BNPB, Basarnas, hingga BUMN terkait.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya respons taktis dan kejelasan skema pembagian kerja lintas instansi dalam penanganan darurat.
“Kita minta laporan kondisi existing, kemudian juga langkah taktis yang diambil dalam tanggap darurat, dan penanganan-penanganan yang harus segera cepat dilakukan,” ujar Cucun.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 telah diikuti 995 kali gempa susulan.
Data sementara mencatat total korban meninggal dunia di enam kabupaten terdampak di Pulau Flores mencapai 53 orang, dengan rincian Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Ngada 1 orang. Kerusakan fisik tercatat mencakup 299 rumah rusak berat, 65 rusak sedang, dan 50 rusak ringan.
Menanggapi kendala distribusi akibat cuaca di perairan, Wamensos Agus Jabo menyatakan pihaknya menerapkan strategi pengadaan langsung di lokasi terdampak agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak terhambat.
“Kemensos memiliki tiga gudang, yang dua ada di Kupang, satu di Sentra Efata dan satu di Dinsos Provinsi. Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, maka pada malam hari ini baru bergerak,” ujar Agus Jabo.
Ia menegaskan bahwa bantuan logistik yang menjadi prioritas utama penanganan darurat meliputi bahan pangan serta perlengkapan perlindungan bagi kelompok rentan.
“Yang kita distribusikan mulai dari bahan-bahan permakanan, kemudian logistik. Logistik itu mulai dari tenda, kemudian selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak,” katanya.
Kemensos juga menyiapkan 48 ton beras hasil kerja sama dengan Bulog setempat, mengoperasikan dapur umum di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai dengan target total produksi 168.854 porsi selama tujuh hari, serta menyalurkan santunan duka cita.
“Secara simbolis yang teridentifikasi itu dua orang. Jadi kita sudah berikan masing-masing ahli waris Rp15 juta. Dan nanti begitu data sudah disinkronisasi, akan segera kita berikan,” ujar Agus Jabo.
Kemensos memastikan koordinasi terus dijalankan bersama BNPB untuk pemanfaatan transportasi udara guna menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi.
“Kita akan berusaha sekuat-kuatnya supaya kebutuhan-kebutuhan dasar di titik-titik bencana kita lakukan dengan cepat, sampai menunggu proses datangnya logistik dari gudang-gudang yang kita kirim melalui jalur laut,” kata Agus Jabo.
Selain pemenuhan logistik, rakor memfokuskan pemulihan fasilitas dasar pascagempa. Menyusul kerusakan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai, Kementerian Kesehatan menjadwalkan pengiriman fasilitas rumah sakit lapangan menggunakan pesawat Hercules TNI AU. Sementara itu, kementerian/lembaga dan BUMN terkait berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik, pasokan BBM, serta infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah terdampak.










