
Foto: Dokumen Istimewa
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Dalam insiden ledakan dahsyat yang mengguncang area pemusnahan bahan peledak di kawasan pesisir Pantai Cibalong pada Senin, 12 Mei 2025. Terdapat 4 Prajurit TNI yang turut menjadi korban tewas, salah satunya merupakan Kepala Gudang Puspalad yakni Kolonel Cpl Antonius Hermawan.
Kemudian 3 prajurit TNI AD lainnya yang gugur adalah Mayor Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, serta Pratu Aprio Setiawan. Berdasarkan informasi bahwa para korban telah dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk dilakukan autopsi.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, kejadian ini berawal saat dilaksanakan kegiatan pemusnahan amunisi akhir tidak layak pakai, inventaris TNI AD di lokasi peldedakan di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut
“Pemusnahan tersebut, dilaksanakan oleh jajaran gudang pusat amunisi 3 pusat peralatan TNI AD. Pada awalnya, kegiatan ini telah dilakukan prosedur pengecekan oleh personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan aman,” bebernya.
Selanjutnya, ia menuturkan jika tim amunisi melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur yang disiapkan.
“Setelah seluruh tim pengaman masuk kedalam pos masing-masing untuk melaksanakan pengamanan dan setelah dinyatakan aman kemudian dilakukan peledakan di 2 sumur yang ditempati oleh amunisi akhir tersebut untuk dihancurkan,” ungkapnya
Namun ia menyebutkan bahwa saat tim penyusun amunisi menyusun detanator dilubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Kadispenad: Korban Ledakan Amunisi di Garut Dievakuasi ke RS Pameungpeuk
Editor: Redaktur TVRINews
