TVRINews, Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani sayur di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut membuat permintaan hasil panen petani ikut naik, sehingga berdampak pada membaiknya harga sayuran di tingkat petani.
Ala Mulyana, petani sayur di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, mengaku kondisi yang dialaminya saat ini berbeda dibanding beberapa tahun terakhir. Selama 20 tahun bertani, ia kerap menghadapi harga jual yang rendah ketika hasil panen melimpah, bahkan sering kali kesulitan menutup modal produksi.
Menurut Ala, kehadiran program MBG membawa perubahan yang cukup signifikan. Permintaan sayuran meningkat dan harga jual di tingkat petani menjadi lebih baik.
"Semenjak ada MBG, Alhamdulillah, bisa kebantu buat nutupin modal," ujar Ala dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 2 Juni 2026.
Ia mencontohkan harga pokcoy yang sebelumnya hanya berkisar Rp3.000 per kilogram di tingkat petani. Kini, harga komoditas tersebut bisa mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga petani. Hasil panen yang sebelumnya kurang mencukupi kini dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak.
Hal senada disampaikan Deden, petani yang telah menggeluti sektor pertanian selama 25 tahun. Ia mengaku program MBG menjadi angin segar bagi petani setelah sekian lama menghadapi fluktuasi harga yang tidak menguntungkan.
Menurutnya, membaiknya harga sayuran membantu petani memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan ruang untuk meningkatkan taraf hidup.
"Alhamdulillah, ada MBG membantu. Sekarang sayuran lagi naik. Kemarin-kemarin kan rugi terus," kata Deden.
Para petani menilai program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal. Dengan adanya permintaan yang lebih stabil, petani memiliki harapan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ala dan Deden pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap sektor pertanian melalui program tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, dengan adanya program MBG, petani jadi lebih sejahtera," ucap Ala.
"Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden. Cukup membantu, dalam pertanian Indonesia," imbuh Deden.










