
Foto: Dokumen Istimewa
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Korban ledakan dahsyat mengguncang area pemusnahan amunisi TNI AD di kawasan pesisir Pantai Cibalong, Garut Selatan, dievaluasi di RS Pameungpeuk. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.
“Saat ini semua korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Pameungpeuk untuk dilakukan tindakan selanjutnya,” kata Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.
Lokasi kejadian kini masih disterilkan karena dikhawatirkan masih terdapat bahan peledak aktif yang belum aman.
"Kami masih melakukan sterilisasi di lokasi kejadian," tegas Wahyu.
Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, pemusnahan dilakukan dalam dua lubang sumur dan berlangsung normal. Namun, ketika tim mulai menghancurkan detonator di lubang ketiga, tiba-tiba terjadi ledakan susulan yang mematikan.
"Ledakan di dua sumur berjalan aman. Tapi saat penyusunan detonator di lubang ketiga, terjadi ledakan yang memicu korban jiwa,” jelas Wahyu.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat di Cibalong, Jumlah Korban Tewas Bertambah jadi 13
Editor: Redaktur TVRINews
