
Kepala BGN Dadan Hindayana, (Dok. TVRINews/Octavian Dwi)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan insentif dasar sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi mereka.
Dadan mengatakan bahwa insentif ini juga menjadi langkah awal menuju sistem sertifikasi satuan pelayanan gizi yang akan diberlakukan tahun depan.
Dadan menambahkan, kebijakan ini untuk menghindari persaingan tidak sehat antarmitra dan memastikan pemerataan penerima manfaat.
“Insentif dasar ini bentuk jaminan bagi mitra yang sudah berjuang. Mereka kan berjuang merah putih, bahkan ada yang keluar dana pribadi hingga Rp2 miliar,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Hingga kini, tercatat 14.863 satuan pelayanan gizi (SPG) telah terbentuk di seluruh Indonesia, seluruhnya hasil kontribusi para mitra. BGN juga tengah menyiapkan sertifikasi aktivitas yang akan menilai kinerja dan kualitas SPG.
“Nanti akan ada kategori unggul, baik sekali, dan baik. Insentif disesuaikan dengan hasil sertifikasi,” tambah Dadan.
Dalam kesempatan yang sama, BGN juga menyoroti kelangkaan tenaga ahli gizi di lapangan. Menurut Dadan, profesi ahli gizi kini justru menjadi langka karena kebutuhan meningkat pesat. Untuk mengatasi hal itu, BGN akan membuka kesempatan bagi lulusan kesehatan masyarakat dan teknologi pangan untuk terlibat dalam program gizi nasional.
Selain itu, BGN melakukan investigasi kasus tiga anak di Bandung Barat yang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi melon. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan nitrit berlebih akibat penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan.
“Ini jadi peringatan penting bagi sekolah-sekolah budidaya tanaman agar lebih berhati-hati. Kami sudah turunkan tim untuk pembinaan,” ujar Dadan.
Editor: Redaksi TVRINews
