TVRINews, Mojokerto
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan ruang pamer Museum Cipta Mahardika yang menjadi bagian dari pengembangan Museum Gubug Wayang di Mojokerto, Jawa Timur.
Peresmian tersebut menjadi momentum untuk mendorong semakin banyaknya museum tematik sebagai sarana pelindungan, pemajuan, sekaligus edukasi kebudayaan kepada masyarakat.
Fadli Zon mengapresiasi peran komunitas, pihak swasta, dan korporasi yang turut berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan Indonesia melalui pendirian dan pengelolaan museum.

(Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud])
“Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Wayang ini tradisinya sangat panjang dan akulturasinya kaya. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih sustain dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Senin, 14 September 2026.
Menurut Fadli, wayang memiliki posisi penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Wayang telah diinskripsi UNESCO pada 2003 sebagai warisan budaya takbenda dan menjadi salah satu dari warisan budaya Indonesia yang mendapat pengakuan dunia.
Ia menilai keberagaman jenis wayang serta proses akulturasi dengan berbagai budaya perlu didukung melalui institusi museum tematik. Keberadaan museum dinilai dapat mempermudah masyarakat mengenal, memahami, dan menjaga warisan budaya.
Selain menjadi ruang edukasi, Fadli menyebut pengelolaan museum oleh komunitas dan pihak swasta juga berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi budaya yang berkelanjutan.
“Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri. Kita berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” imbuhnya.
Kementerian Kebudayaan menargetkan pertumbuhan jumlah museum di Indonesia agar semakin banyak warisan budaya yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi bagian dari etalase kebudayaan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyampaikan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui pendekatan yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Fadli berharap Museum Cipta Mahardika dan Museum Gubug Wayang dapat menjadi contoh bagi pengembangan museum tematik di daerah lain.
“Mudah-mudahan, Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok grup dari museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” tuturnya.










