TVRINews, Jayapura
Penghormatan terakhir dan prosesi penyerahan jenazah pilot PT AMA PK-RCY, Capt. Nicholas Francis Gosselin, berlangsung khidmat di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura dengan dikawal langsung oleh Koops TNI Habema.
Capt. Nicholas Francis Gosselin meninggal dunia dalam insiden penembakan terhadap pesawat PT AMA PK-RCY di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Saat peristiwa terjadi, almarhum tengah menjalankan misi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat pedalaman Papua.
Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737. Proses penyerahan dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, didampingi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.
Turut hadir dalam prosesi tersebut jajaran pejabat TNI, pemerintah daerah, pimpinan PT AMA, para pilot AMA, serta Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You.
Prosesi diawali dengan penghormatan militer dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan jenazah kepada pihak PT AMA yang diwakili oleh Uskup Jayapura. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Hanggar PT AMA di Sentani untuk disemayamkan sekaligus dilaksanakan ibadah penguatan.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Capt. Nicholas Francis Gosselin.
"Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua. Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ujarnya.
Pangkogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan lokasi, evakuasi taktis, hingga proses penyerahan jenazah. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus berkomitmen menjaga keamanan agar pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat berlangsung dengan aman.
Sementara itu, Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menyampaikan bahwa PT AMA telah puluhan tahun melayani masyarakat Papua melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan gereja.
"Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ungkapnya.
Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif. Hal ini dilakukan agar pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan di Papua dapat terus berjalan. Sinergi antara TNI, pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.










