Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jeddah
Pemerintah fasilitasi penjadwalan ulang penerbangan bagi ratusan jemaah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi akibat kendala operasional maskapai.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan intervensi diplomatik dan teknis guna memastikan ratusan jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi dapat segera kembali ke tanah air.
Upaya Ini diambil menyusul adanya kendala penjadwalan ulang (rescheduling) penerbangan yang dialami oleh sejumlah biro perjalanan.
Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, otoritas terkait di Jeddah kini tengah memprioritaskan komunikasi dengan pihak maskapai dan penyelenggara ibadah umrah.
Fokus utama adalah mengurai hambatan logistik yang menyebabkan jemaah harus menunggu lebih lama di Makkah dan Madinah.
Upaya Pemulangan Bertahap
Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah, M. Ilham Effendy, menegaskan bahwa pihaknya bertindak sebagai jembatan komunikasi antara jemaah yang terdampak dengan penyedia jasa transportasi udara.
"Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia," ujar Ilham dalam keterangan tertulisnya di Jeddah.
Data terbaru menunjukkan sebaran jemaah yang terdampak meliputi:
- Jemaah BMA: Sebanyak 17 jemaah masih berada di Makkah dan dijadwalkan terbang secara bertahap hingga 14 Maret mendatang.
- Jamaah RLW: Terdapat 67 jemaah yang mengalami kendala serupa, di mana sebagian besar telah mulai diterbangkan sejak awal pekan ini menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Ethiopian Airlines.
- Jemaah Mandiri: Lima individu yang terdampak pembatalan rute internasional juga tengah difasilitasi dalam proses pengajuan pengembalian dana (refund) dan pemesanan tiket baru.
Data Statistik Kepulangan
Meski terdapat hambatan pada beberapa kelompok kecil, arus kepulangan jemaah umrah
Indonesia secara umum tetap menunjukkan angka yang signifikan.
Sepanjang akhir Februari hingga awal Maret 2026, tercatat lebih dari 19.500 jemaah telah berhasil kembali ke Indonesia.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terus memonitor pergerakan jemaah di bandara guna memastikan hak-hak jemaah terpenuhi selama masa tunggu.
Pemerintah mengimbau para penyelenggara perjalanan untuk lebih proaktif dalam menangani perubahan jadwal demi kenyamanan jemaah.
Situasi di terminal keberangkatan dilaporkan tetap kondusif, sementara koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk mencegah terjadinya penumpukan jemaah di masa puncak kunjungan.
Editor: Redaktur TVRINews
