TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperoleh apresiasi dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, atas kinerjanya dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional di sektor pendidikan. Apresiasi tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Pustakawan Indonesia dalam acara bedah buku Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta.
Menurut Qodari, Kemendikdasmen menjadi salah satu kementerian yang memegang peran penting dalam merealisasikan berbagai program yang merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah program seperti revitalisasi sekolah, panel interaktif digital, hingga berbagai kebijakan pendidikan dinilai telah berjalan dengan baik.
"Terlepas dari permasalahan-permasalahan teknokrasi yang ada, tapi beliau (Presiden) sudah melaksanakan janji kampanyenya dengan sangat cepat dan luar biasa. Cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, revitalisasi sekolah, panel interaktif digital, sangat banyak dari permasalahan yang beliau identifikasi dan program-program kerja yang beliau laksanakan itu berada di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," ujar Muhammad Qodari dalam keterangan tertulis,dikutip, Selasa, 14 Juli 2026.
Qodari juga memberikan penghargaan kepada jajaran Kemendikdasmen atas besarnya tanggung jawab yang diemban dalam mengelola sektor pendidikan nasional. Ia menilai kementerian tersebut terus bekerja untuk memastikan berbagai program berjalan sesuai target.
"Dan luar biasa capaian di Dikdasmen ini, begitu banyak pekerjaan, hampir-hampir tidak pernah berhenti ya Pak Menteri ya, Ibu Sekjen ya. Tepuk tangan untuk Kementerian Dikdasmen, salah satu kementerian paling sibuk, paling banyak konstituen yang diurus, dan alhamdulillah sampai hari ini lancar dan mudah-mudahan selanjutnya lancar," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa berbagai program yang dijalankan merupakan bagian dari amanah pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan inklusif. Menurutnya, berbagai kebijakan di sektor pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih unggul.
"Bagian 4 tentang solusi ala Pak Prabowo Subianto pada bidang pendidikan, bagaimana permasalahan yang ada diberikan solusi yang tepat dengan berbagai terobosan dan kebijakan yang diamanahkan kepada kami sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," ungkap Mu'ti.
Acara bedah buku tersebut juga bertepatan dengan Peringatan Hari Pustakawan Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan Kemendikdasmen untuk mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang belajar dan dialog yang mampu memperkuat budaya literasi serta melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan berorientasi pada solusi.










