TVRINews, Jakarta
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama para Kepala Staf Angkatan mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Rapat membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun Anggaran 2027.
Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertahanan bersama TNI memaparkan rencana kebutuhan anggaran tahun 2027 untuk mendukung pembangunan kekuatan pertahanan nasional dan menjaga kesiapan operasional TNI.
Usai rapat, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan kebutuhan sistem pertahanan negara terus berkembang seiring dinamika lingkungan strategis global.
“Kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurut Menhan, dukungan anggaran menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesiapan pertahanan negara sekaligus mendukung pelaksanaan tugas TNI dalam membantu pemerintah.
“Itulah yang kami usulkan kepada Komisi I dengan harapan tambahan ini bisa mendapatkan restu dari Badan Anggaran dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran APBN pertahanan negara di tahun 2027,” pungkas Menhan, dalam keterangan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI), yang diterima redaksi, Kamis, 11 Juni 2026.
Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari pembahasan awal penyusunan program dan anggaran sektor pertahanan untuk tahun 2027, yang diarahkan guna memperkuat kemampuan pertahanan negara serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.










