TVRINews, Jakarta
Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam dalam beberapa hari terakhir, termasuk erupsi gunung berapi, angin kencang, hujan lebat, dan banjir rob.
Berikut adalah perkembangan terkini mengenai situasi bencana yang sedang berlangsung di beberapa provinsi.
1. Erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara
Erupsi Gunung Ibu yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik.
Saat ini, Gunung Ibu berada pada level IV (AWAS), yang mempengaruhi sekitar 3.000 jiwa warga. Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) atau 120 jiwa telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebagai respons, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status Tanggap Darurat, dan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sedang diproses.
BNPB juga terus memberikan pendampingan dalam penanganan bencana melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin), Pusdalops, serta tim D1 dan D3.
Lokasi pengungsian telah disiapkan di Desa Tongute Sungi dan Desa Tongute Ternate, dengan Gereja Desa Tongute, Kecamatan Ibu, dijadikan tempat perlindungan bagi pengungsi.
BNPB bersama BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi dan memastikan evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi berjalan lancar.
2. Bencana di Surabaya, Jawa Timur
Pada Kamis, 16 Januari 2025, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Jeruk, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Akibatnya, 13 rumah mengalami kerusakan, dengan 13 Kepala Keluarga (KK) terdampak. BPBD Kota Surabaya telah melakukan kaji cepat, pembersihan lokasi terdampak, dan pemasangan terpal untuk rumah yang rusak.
Penanganan dan pemulihan masih berlangsung, dengan koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait.
3. Banjir di Sumatera Selatan
Banjir yang melanda Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu, 15 Januari 2025, menyebabkan 478 KK atau 1.336 jiwa terdampak.
Meskipun air telah surut, BPBD setempat terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan logistik untuk pemulihan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
4. Banjir Rob di Kalimantan Selatan
Di Provinsi Kalimantan Selatan, dua kabupaten dilanda bencana banjir rob. Pada Rabu, 15 Januari 2025, banjir rob di Kabupaten Tapin menggenangi 198 KK dan merendam fasilitas umum serta rumah warga.
Meskipun debit air mulai surut, BPBD terus melakukan pendataan dan upaya tanggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Di Kabupaten Banjar, banjir yang terjadi pada hari yang sama merendam 432 unit rumah dan beberapa fasilitas, dengan 592 KK atau 1.644 jiwa terdampak.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat untuk membantu warga terdampak. Banjir di daerah ini masih belum surut.
5. Banjir di Kabupaten Pelalawan, Riau
Di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, hujan deras pada Selasa, 13 Januari 2025, menyebabkan Sungai Nilo meluap, menggenangi pemukiman dan merendam 61 unit rumah.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa air belum surut, dengan debit air meningkat 30 hingga 50 cm dari hari sebelumnya.
Tindakan dan Imbauan BNPB
BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan.
Masyarakat diminta untuk mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, dan obat-obatan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan pastikan keselamatan diri serta keluarga menjadi prioritas utama.
Hindari penyebaran informasi yang tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya.










