
Kominfo: Satelit Satria-1 Berkontribusi Besar untuk Aktivitas Komunikasi Publik Pemerintah
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) resmi meluncurkan satelit Satria-1 melalui Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.
Satria-1 merupakan satelit multifungsi yang ditargetkan menempati orbit 146 derajat BT atau nantinya berada di atas langit Papua.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan, kehadiran Satria-1 dapat memberikan kontribusi besar terhadap aktivitas komunikasi publik pemerintah.
Baca juga: Jokowi Segera Buat Surat Keputusan Terkait Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2023
Terlebih, Usman menambahkan, para Penyuluh Informasi Publik (PIP) yang selama ini bekerja jarak jauh dari berbagai daerah di Indonesia, tapi terbatas atau tak terkoneksi dengan jaringan internet.
“Satria-1 juga bisa dimanfaatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ingin mengajukan proposal program dan penyebaran informasi kepada masyarakat,” ujar Usman dalam siaran pers yang diterima, Kamis, 22 Juni 2023.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Aksesibiiltas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Arief Tri Hardiyanto menyebut, satelit Satria-1 merupakan capaian hebat pemerintah memajukan digital Indonesia guna kepentingan publik.
Arief menjelaskan, semua perangkat Satria-1 dipantau Thales Alenia Space untuk memastikan perangkat berfungsi baik. Sebagai informasi, Satria-1 diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX. Peluncuran satelit ini pun disambut antusias oleh Putri Indonesia Papua Barat 2023 Marsya Rarentewan.
Menurut Marsya, peluncuran Satria-1 menjadi langkah permulaan yang baik untuk perkembangan teknologi digital di Indonesia.
“(Kehadiran) Satria-1 dapat membawa semua pelosok daerah di Indonesia jadi terhubung ke berbagai negara di dunia. Saya berharap Indonesia lebih memiliki hak khusus dengan diluncurkannya Satria-1,” ujar Marsya.
Marsya juga mengungkapkan rasa terima kasih pada pemerintah terutama Kementerian Kominfo. Sebab, ini merupakan bagian dari upaya untuk memajukan sektor digital. Sementara Putri Indonesia Gorontalo 2023 Veronica Windy Hapsari menuturkan, peluncuran Satria-1 akan berdampak pada daerah pelosok yang masih terbatas konektivitasnya. Sebab, wilayah itu akan memiliki akses terhadap internet.
Selain itu, peluncuran ini juga berkontribusi penting mengurangi ketimpangan serta perbedaan akses digital internet di Indonesia. Meski, ia mengakui, upaya ini bukan hal yang mudah.
Baca juga: Inpres Percepatan Konektivitas Jalan Daerah, BPJN NTT Dapat Alokasi Pembangunan
Editor: Redaktur TVRINews
