
Foto: dok. kemnaker
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran dari APBN untuk mendukung pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 dengan target awal 70.000 peserta. Program ini ditujukan khusus bagi lulusan SMA dan SMK yang lulus dalam tiga tahun terakhir.
Yassierli mengatakan, pelaksanaan pelatihan akan dimulai melalui batch pertama sebanyak 20.000 orang, yang saat ini telah resmi dibuka pendaftarannya. Evaluasi pada batch awal tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan perluasan jumlah peserta ke depan.
"Untuk tahun ini kami sudah punya anggaran APBN untuk 70.000 orang. Batch pertama 20.000 orang ini sekaligus untuk melihat kesiapan sistem dan respons masyarakat," ujar Yassierli dalam keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, apabila antusiasme peserta tinggi dan hasil evaluasi menunjukkan dampak positif, tidak menutup kemungkinan jumlah peserta akan ditambah melebihi kuota awal yang telah dialokasikan.
"Kalau nanti antusiasmenya bagus, tentu kami berharap jumlahnya tidak cukup hanya 70.000 orang," ucapnya.
Program Pelatihan Vokasi Nasional ini menjadi alternatif selain program magang nasional yang selama ini lebih banyak menyasar lulusan perguruan tinggi. Melalui program ini, Kemnaker membuka akses peningkatan kompetensi bagi lulusan SMA dan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Yassierli menambahkan, pendaftaran peserta dilakukan secara terpusat melalui portal resmi Kemnaker. Selanjutnya, pelaksanaan pelatihan akan dikelola oleh balai-balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Pelatihan akan berlangsung dengan durasi yang bervariasi, mulai dari dua minggu hingga tiga bulan, tergantung pada jenis kejuruan yang dipilih. Peserta juga akan mendapatkan fasilitas penunjang, termasuk uang saku sebesar Rp20 ribu per hari selama mengikuti pelatihan.
Editor: Redaktur TVRINews
