TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lanjut usia (lansia) yang sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif melalui penyelenggaraan Indonesia Active Ageing Summit 2026, yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”. Tema tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam menghadapi peningkatan jumlah penduduk lansia sekaligus memastikan mereka tetap memiliki kualitas hidup yang baik di usia lanjut.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh meningkatnya angka harapan hidup masyarakat, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk tetap sehat, aktif, dan mandiri hingga memasuki usia lanjut.
"Tujuan kita bukan sekadar memperpanjang umur. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat tetap aktif, produktif, dan bermartabat di usia lanjut. Kita ingin masyarakat Indonesia hidup lebih panjang dalam keadaan sehat, bukan hidup lebih lama tetapi dalam kondisi sakit," ujar Benjamin dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, Indonesia saat ini telah memasuki fase ageing population, dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan yang berfokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Benjamin menjelaskan bahwa sebagian besar masalah kesehatan yang sering dialami lansia sebenarnya dapat dicegah sejak usia produktif. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan gagal ginjal masih menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup kelompok usia lanjut.
Ia menilai penerapan pola hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko berbagai penyakit tersebut.
"Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,"jelasnya.
Selain menjaga pola makan, Benjamin juga mengingatkan pentingnya aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga setidaknya 30 menit per hari selama lima hari dalam sepekan dinilai efektif menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, serta mempertahankan kemandirian lansia.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjawab kebutuhan lansia yang memerlukan pendampingan dan perawatan berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Ukuran kemajuan bangsa bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga siapa yang kita lindungi sepanjang perjalanan. Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya," tegas Benjamin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengatakan transformasi layanan kesehatan primer terus dilakukan guna memperluas akses layanan yang ramah bagi lansia.
Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh kelompok usia, termasuk lansia. Selain itu, 9.013 puskesmas telah menyediakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah berstatus sebagai puskesmas ramah lansia.
Endang juga memaparkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia yang menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit pada kelompok tersebut. Data menunjukkan sekitar 95 persen lansia kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa promosi kesehatan dan upaya pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat menjalani masa tua yang sehat dan tetap mandiri.
"Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,"ungkap Endang.
Melalui peringatan HLUN ke-30 dan Indonesia Active Ageing Summit 2026, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sepanjang siklus hidup semakin meningkat, sehingga semakin banyak warga Indonesia yang dapat menikmati masa tua yang sehat, produktif, dan bermartabat.










