
Presiden Jokowi: ASEAN Merupakan Keluarga Yang Harmonis, Kompak, Berprestasi
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengibaratkan negara-negara yang berada di Asia Tenggara sebagai saudara dekat yang harus diutamakan. Hal itu diungkapkannya saat membuka acara ASEAN Business and Investment Summit 2023 di Istana Merdeka, pada Jumat, 1 September 2023.
“Sebuah pepatah Indonesia mengatakan tetangga itu ibarat saudara dekat, lebih utama tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh. Saya rasa pepatah ini sangat relevan untuk ASEAN yang 56 tahun yang lalu telah mengikrarkan kekeluargaannya dengan family name ASEAN,” kata Jokowi, Jumat, 1 September 2023.
Menurut Jokowi, sebagai keluarga ASEAN termasuk kategori keluarga yang harmonis, kompak dan berprestasi.
Baca Juga: Begini Respon Kapolri, Usai Menkominfo Sebut Indonesia Darurat Judi Online
Jokowi menuturkan bahwa ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang damai, sebagai kawasan yang stabil, sebagai kawasan yang tumbuh sejahtera.
“Kita lihat pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2024, diperkirakan tertinggi di dunia mencapai 4,5 persen year on year (yoy). ASEAN juga menjadi kawasan paling menarik bagi FDI (Foreign Direct Investment) di tahun 2022, 17 persen FDI masuk ke Asia,” ucap Jokowi.
Hal tersebut merupakan yang tertinggi dibanding kawasan-kawasan berkembang lainnya.
Selain itu, Jokowi juga mengatakan ASEAN sedang menikmati bonus demografi dengan angkatan kerja ketiga di dunia.
“65 persen populasi berpotensi nantinya menjadi kelas menengah di tahun 2030,” ujar Jokowi.
“Ini kita harus tepuk tangan,” lanjutnya.
Jokowi menuturkan hal itu merupakan modal besar ASEAN untuk mencapai cita-cita menjadi epicentrum of growth.
Namun, di tengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, kata Jokowi, strategi ASEAN tidak bisa juga hanya biasa-biasa saja.
“ASEAN butuh strategi taktis yang extraordinary. Strateginya bukan strategi besar tapi strategi taktis yang extraordinary,” terang Jokowi.
Untuk itu, Jokowi menjelaskan butuh kolaborasi yang solid dan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
“Butuh kolaborasi yang semakin solid tidak bisa sendiri-sendiri. Butuh kolaborasi yang solid. Baik antar negara, antar para pengusaha, dan juga antar masyarakat,” tutur Jokowi.
Baca Juga: Indonesia Percepat Negosiasi Kode Etik di Laut China Selatan
Editor: Redaktur TVRINews
