TVRINews, Lombok Barat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah mencatat sejumlah capaian strategis dalam 18 bulan pertama masa pemerintahannya, mulai dari sektor pangan hingga penguatan ekonomi nasional.
Hal tersebut, diungkapkan saat melakukan peresmian di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat 10 Juli 2026 hari ini.
“Dalam 18 bulan pemerintahan yang saya pimpin, kita telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, kita bisa menurunkan harga pupuk. Kemudian, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Indonesia juga berhasil mencatat surplus beras,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menyebut Indonesia telah mencapai surplus jagung untuk kebutuhan pakan. Selain itu, ia juga mengapresiasi peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai turut mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah bekerja keras membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan,” katanya.
Di bidang ekonomi, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia kini memiliki dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) bernama Danantara yang disebutnya sebagai salah satu tonggak sejarah baru.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, kita memiliki sovereign wealth fund sendiri, yaitu Danantara. Dana ini menjadi kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang kita satukan. Dulu banyak yang menentang, tetapi sekarang hasilnya mulai terlihat,” ucapnya.
Mantan Menhan ini juga menyinggung perkembangan maskapai nasional Garuda Indonesia yang menurutnya mulai menunjukkan kinerja positif setelah pemerintah memutuskan mempertahankan perusahaan tersebut.
“Garuda sebelumnya akan dijual, tetapi saya larang. Sekarang perusahaan itu mulai bangkit dan bulan depan diperkirakan mulai membukukan keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian,” ungkapnya.
Pada sektor pangan, Presiden Prabowo optimistis Indonesia akan berkembang menjadi salah satu lumbung pangan dunia. Menurutnya, kondisi Indonesia kini telah berubah dari negara pengimpor menjadi negara yang mulai mengekspor sejumlah komoditas pangan.
“Saya yakin Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dari sebelumnya terus mengimpor, sekarang kita mulai mengekspor pangan ke berbagai negara. Bahkan sejumlah negara seperti Australia, Brasil, Filipina, dan India meminta kerja sama dengan Indonesia, termasuk untuk pasokan urea,” katanya.
Presiden Prabowo menilai berbagai perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia sedang berada di jalur kebangkitan.
“Tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan terus bangkit,” tutupnya.










