
Kemendikbudristek: Generasi Muda Pancasila Wujudkan “Indonesia Emas 2045”
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka ini, generasi muda merupakan tonggak estafet pembangunan dalam mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Oleh sebab itu, generasi muda wajib menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan ideologi Pancasila serta mampu mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Rusprita Putri Utami mengatakan bahwa proses pembangunan masa depan bangsa Indonesia ada di pundak generasi muda, dalam hal ini, para pelajar yang memiliki pemahaman Profil Pelajar Pancasila.
“Kunci dari pembangunan bangsa ini, bagaimana kita mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 melalui peran generasi muda. Seperti yang kita ketahui, Mas Menteri Nadiem Makarim membentuk Puspeka untuk bisa membumikan Pancasila kepada generasi muda khususnya di kalangan pelajar agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rusprita saat kegiatan Bincang Penguatan Karakter Pancasila, di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta.
Dalam kegiatan itu, menghadirkan sekitar 200 siswa/siswi perwakilan OSIS jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K). Maka dapat diharapkan menjadi momentum berharga bagi generasi muda untuk Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Presiden Jokowi akan Pimpin Langsung 12 Pertemuan di KTT Ke-43 ASEAN
“Melalui kegiatan ini kita harapkan bisa menjadi momentum berharga untuk bisa mewujudkan generasi yang memiliki kompetensi Profil Pelajar Pancasila, generasi yang mencintai bangsanya, mencintai sejarah bangsa Indonesia, serta membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar demi terwujudnya Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Rusprita.
Pada kesempatan yang sama, Sejarawan Indonesia Asep Kambali, menjelaskan bahwa sejarah Pancasila tidak terlepas dari adanya keinginan untuk merdeka. Pancasila lahir dari pemikiran anak-anak muda usia 16 sampai dengan 23 tahun yang berasal dari berbagai daerah, etnis, dan organisasi.
Asep menambahkan bahwa Pancasila adalah jalan satu-satunya untuk mencapai tujuan bangsa. Di era transformasi digital seperti sekarang, generasi muda selain dituntut memiliki cara pikir yang sesuai dengan perkembangan zaman, juga tetap harus menanamkan nilai-nilai dasar Pancasila.
“Di masa itu, anak muda belasan tahun sudah berpikir mendirikan bangsa yang baru yang mereka impikan yaitu bangsa Indonesia yang merdeka. Generasi muda sekarang harus menyadari bahwa Indonesia maju tidak mungkin lahir kalau kita tidak melakukan apa-apa, jadi kita mesti melakukan sesuatu,” ucap Aktivis Pelestarian Sejarah dan Budaya Asep yang juga Pendiri Komunitas Historia Indonesia.
Editor: Rina Hapsari
