TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Momen gladi upacara Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur, menyisakan kisah inspiratif dari salah satu anggota pasukan pengibar bendera. Kristiano Daiva Faranugroritu, atau yang akrab disapa Faril, tampil penuh semangat sebagai komandan pasukan (danton) Paskibraka meski mengalami insiden tak terduga.
Pada saat gladi berlangsung, sepatunya Faril lepas saat latihan berlangsung. Walaupun begitu, siswa SMA Katolik Syuradikara Ende ini tetap melanjutkan langkahnya tanpa ragu, menunjukkan totalitas dan dedikasi tinggi.
“Karena bagi saya, mengibarkan bendera Merah Putih adalah sesuatu kebanggaan yang saya impikan dari kecil," ujar Faril saat diwawancarai usai gladi di Lapangan Pancasila Ende, NTT, Jumat 30 Mei 2025.
"Apapun yang terjadi, apapun di depan saya, pasti saya lalui,” lanjutnya.
Baca Juga: Dari Jakarta ke Ende: Perjalanan Seru Naik Pesawat ATR 72
Diketahui, Faril merupakan perwakilan dari Kabupaten Ende dalam upacara ini. Ia bukan bagian dari Paskibraka provinsi, namun sudah beberapa kali terlibat sebagai pasukan pengibar bendera dalam momen penting seperti 17 Agustus, Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), dan kini Hari Lahir Pancasila.
Menariknya, Faril baru bergabung dengan Paskibra pada tahun 2024, namun sudah dipercaya memimpin rekan-rekannya dalam tugas kehormatan ini.
“Senang, dan sedikit gugup karena diberi tanggung jawab yang sangat besar,” ungkapnya tentang perasaannya memimpin pasukan sebagai danton.










