TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) mlenyalurkan bantuan jaminan hidup (Jadup) kepada 4.611 jiwa atau 1.242 kepala keluarga terdampak bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Bantuan tahap I senilai Rp2,07 miliar ini diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga selama 30 hari.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Jadup diberikan agar keluarga terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika aktivitas ekonomi mereka terhenti akibat bencana.
“Setelah bencana, penghasilan warga banyak yang terhenti. Bantuan jadup ini supaya kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi selama masa pemulihan,” kata Gus Ipul, dikutip dari siaran persnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Penyaluran jadup menjadi bagian dari bansos adaptif kebencanaan yang disalurkan Kemensos di wilayah terdampak bencana Sumatra. Bantuan jadup ditujukan bagi 175.211 penerima manfaat, senilai Rp450 ribu per orang per bulan selama 3 bulan.
Selain jadup, bantuan mencakup logistik dan layanan dapur umum, santunan ahli waris sebesar Rp15 juta per jiwa, santunan luka berat Rp5 juta per jiwa, bantuan isian rumah Rp3 juta per keluarga, serta dukungan pemberdayaan ekonomi Rp5 juta per keluarga.
Gus Ipul menjelaskan penyaluran jadup dilakukan bertahap setelah penerima manfaat terverifikasi melalui pemerintah daerah dan mekanisme Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
“Ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya harus yang sudah terverifikasi agar tepat sasaran. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri selaku ketua satgas,” jelas Gus Ipul.
Penyaluran jadup di Bener Meriah dilakukan pada 16-22 Februari 2026 di sepuluh kecamatan terdampak, yakni Timang Gajah, Wih Pesam, Bukit, Gajah Putih, Pintu Rime Gayo, Bandar, Syiah Utama, Mesidah, Bener Kelipah, dan Permata.
Bantuan diserahkan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan dilanjutkan penyaluran langsung kepada warga di masing-masing kecamatan.










