TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya semakin tepat sasaran. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Gizi Nasional membahas sejumlah masukan terkait pelaksanaan program tersebut, terutama bagi peserta didik sebagai penerima manfaat utama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Menurut Abdul Mu’ti, evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif, mulai dari mekanisme distribusi makanan hingga cakupan penerima manfaat.
"Kami membahas berbagai hal terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, termasuk bagaimana program ini dapat berjalan lebih baik, lebih tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa," ujar Abdul Mu’ti, Selasa, 7 Juli 2026.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah pola penyaluran makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, serta kemungkinan melibatkan fasilitas yang sudah tersedia di sekolah seperti kantin.
Selain mekanisme distribusi, pemerintah juga membahas mengenai kriteria penerima manfaat, termasuk kemungkinan penyesuaian sasaran berdasarkan tingkat kebutuhan siswa.
"Ada masukan mengenai sasaran penerima, apakah program ini diberikan kepada seluruh murid atau dapat diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Semua masih dalam tahap pembahasan," kata Abdul Mu’ti.
Tantangan pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T juga menjadi perhatian. Kondisi geografis di sejumlah daerah dinilai membutuhkan strategi khusus agar distribusi program tetap berjalan optimal.
Meski sejumlah masukan telah dibahas, Abdul Mu’ti menegaskan belum ada keputusan final terkait perubahan mekanisme maupun penerima program. Seluruh hasil pembahasan masih akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah.
"Belum ada keputusan. Ini masih berupa diskusi dan masukan yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan sebelum ada kebijakan lebih lanjut," ujar Abdul Mu’ti.
Pemerintah memastikan evaluasi MBG akan terus dilakukan agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan, yakni mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.










