TVRINews, Banjarmasin
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong disegerakannya proses pengangkatan kapal (salvage) KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, pengangkatan kapal akan membuat proses pencarian korban lebih mudah karena tim SAR dapat menjangkau berbagai ruangan di dalam kapal.
"Jadi terkait operasi pengangkatan kapal itu, kami dari Basarnas mendorong, ayo dipercepat, dipercepat ini. Karena begitu itu dilaksanakan, kami dari Basarnas lebih mudah untuk proses evakuasinya, karena sudah diangkat, dibalikkan. Jadi, seperti kapal biasa, kita bisa mencari di semua ruangan. Nah, ini tinggal ayo dipercepat ini," kata Putu dalam konferensi persnya, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Putu, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Distrik Navigasi juga mendukung percepatan proses pengangkatan kapal. Namun, pelaksanaan salvage menjadi tanggung jawab pihak perusahaan dan asuransi.
Lebih lanjut, Putu menjelaskan bahwa kondisi kapal yang saat ini tidak stabil menjadi salah satu kendala bagi tim penyelam dalam melakukan pencarian. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko keselamatan selama proses penyelaman.
"Karena kondisinya sekarang tidak stabil kapalnya sehingga berisiko untuk penyelaman," ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan operasi SAR harus dilakukan berdasarkan hasil asesmen keselamatan. Hal itu berlaku bagi seluruh unsur yang terlibat, baik unsur penyelam, udara, laut, maupun darat.
"Semua kegiatan yang kami laksanakan harus berdasarkan assessment terkait safety, harus semuanya safety. Kegiatan penyelaman, kegiatan-kegiatan di kegiatan unsur udara, unsur laut maupun unsur darat semuanya harus safety," pungkasnya.










