Penulis: Ricardo Julio
Upacara adat Rambu Solo’ kembali digelar secara meriah di Toraja Utara.
Salah satu ritual yang paling ditunggu masyarakat, yaitu Ma’pasilaga Tedong atau adu kerbau, menjadi sorotan dalam rangkaian prosesi pemakaman keluarga bangsawan Nehmaruli. Dalam upacara ini, tak kurang dari 50 ekor kerbau dipersembahkan.
Demi mempertegas status sosial keluarga serta kuatnya penghormatan terhadap leluhur.
Kerbau atau Tedong menjadi unsur paling esensial dalam Rambu Solo. Harga kerbau di Toraja tidak main-main, mulai dari puluhan juta hingga menembus angka miliaran rupiah, tergantung jenis dan kualitasnya.
Kerbau bukan hanya untuk dipotong, tapi juga sebagai simbol kehormatan, kekayaan, hingga spiritualitas.
Dengan terus dipertahankannya upacara seperti ini, masyarakat Toraja membuktikan bahwa warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman. Generasi muda diharapkan tetap merawat identitas budaya mereka agar tidak punah.
Editor: Redaksi TVRINews
