TVRINews, Jakarta
Minat masyarakat terhadap minuman teh premium terus meningkat seiring perubahan tren konsumsi di Indonesia. Konsumen kini mulai memperhatikan kualitas bahan baku dan cita rasa, tidak hanya memilih minuman berdasarkan tampilan atau popularitas semata.
Dalam beberapa tahun terakhir, minuman manis dengan berbagai tambahan topping sempat mendominasi pasar. Namun, tren tersebut mulai bergeser dengan munculnya minat terhadap minuman teh yang menawarkan karakter rasa lebih autentik serta pengalaman menikmati produk yang lebih berkualitas.
Laporan Tea in Indonesia 2025 dari Euromonitor International menyebut pasar teh di Indonesia telah memasuki fase yang lebih matang. Meski demikian, peluang pertumbuhan masih terbuka melalui inovasi produk, kemasan yang lebih terjangkau, serta meningkatnya minat konsumen muda terhadap teh berkualitas. Euromonitor juga memproyeksikan konsumsi iced tea dan inovasi berbasis daun teh menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong perkembangan pasar teh dalam beberapa tahun mendatang.
Perubahan selera konsumen turut mendorong pelaku industri minuman untuk menghadirkan produk dengan pembeda, mulai dari pemilihan bahan baku, inovasi rasa, hingga pengalaman menikmati minuman. Kualitas daun teh menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan dalam menghadirkan produk teh premium. Salah satu merek yang mengembangkan konsep tersebut ialah Neteazen. Merek ini menghadirkan minuman berbahan daun teh pilihan dengan konsep teh premium yang tetap mempertimbangkan keterjangkauan harga.
CEO Neteazen, Astari Cita Marini, mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu alasan perusahaan mengembangkan konsep minuman berbasis teh berkualitas.
"Kami melihat konsumen saat ini semakin menghargai kualitas. Mereka tidak hanya mencari minuman yang sedang viral, tetapi juga ingin menikmati teh dengan karakter rasa yang lebih autentik. Karena itu kami memilih menggunakan daun teh pilihan agar setiap gelas tetap menghadirkan pengalaman menikmati teh yang premium," ujar Astari Cita Marini, dalam keterangan yang diterima Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Astari, tantangan industri minuman saat ini tidak hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menjaga kualitas agar tetap konsisten.
"Bagi kami, premium bukan berarti harus mahal. Premium adalah ketika konsumen bisa merasakan kualitas daun teh yang baik, cita rasa yang konsisten, dan pengalaman menikmati minuman yang memuaskan dengan harga yang tetap ramah di kantong," tambahnya.
Selain inovasi produk, perkembangan industri teh premium juga membuka peluang usaha baru melalui berbagai konsep kemitraan. Model bisnis tersebut menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha untuk mengikuti perubahan tren konsumsi masyarakat.
Dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap kualitas dan pengalaman menikmati minuman, teh premium diperkirakan tetap menjadi salah satu segmen yang berkembang dalam industri minuman Indonesia. Perubahan preferensi ini menunjukkan konsumen mulai memberikan nilai lebih pada kualitas bahan baku dan cita rasa dalam memilih produk minuman.









