TVRINews – Jakarta
Pemerintah menggelontorkan satu juta ton beras subsidi untuk kuartal akhir tahun ini guna meredam lonjakan harga akibat kemarau panjang.
Pemerintah Indonesia resmi memutuskan untuk menambah pasokan beras subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton. Kebijakan ini dirancang khusus untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga pangan pokok yang dipicu oleh dampak kekeringan berkepanjangan sepanjang tahun ini.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta Perum Bulog di Jakarta, Senin 7 September 2026. Langkah intervensi pasar ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah penurunan produktivitas pertanian nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa dinamika hukum pasar antara ketersediaan dan permintaan menjadi pemicu utama tren kenaikan harga beras saat ini. Tanpa adanya pasokan tambahan, tekanan inflasi pada komoditas pangan dikhawatirkan akan semakin memberatkan masyarakat.
"Hukum penawaran dan permintaan berlaku, ketika produksi berkurang, harga pasti merangkak naik. Sebagai respons cepat, kami memutuskan untuk memperbesar volume pasokan beras subsidi ini," ujar Zulkifli dalam keterangan pers usai rapat koordinasi.
Zulkifli mengakui bahwa musim kemarau akut yang meluas sejak Agustus lalu telah memukul mundur produktivitas panen padi di berbagai daerah sentra. Selain itu, masa jeda panen yang masih cukup panjang dalam beberapa bulan ke depan memperbesar risiko defisit suplai jangka pendek di tingkat pedagang eceran, yang tercatat mendongkrak harga sekitar seratus hingga dua ratus rupiah per kilogram.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pergerakan harga beras secara umum menunjukkan tren kenaikan tipis. Beras medium kelas satu dan dua masing-masing mengalami koreksi naik sebesar 0,35 persen dan 0,31 persen, berada di kisaran harga Rp16.600 hingga Rp16.350 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas premium turut terkerek naik 0,28 persen menjadi Rp17.900 per kilogram.
Sebagai langkah eksekusi di lapangan, Perum Bulog akan memegang kendali penuh atas distribusi satu juta ton beras SPHP tersebut untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026. Penyaluran akan dilakukan secara masif melalui jaringan Rumah Pangan Kita serta program Gerakan Pangan Murah guna memastikan komoditas tersebut tepat sasaran dan langsung dinikmati oleh konsumen akhir.










